Melawan ISIS, Turki Tak Ingin Perang Darat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah fotografer mengambil gambar tank milik militer Turki saat berada di perbatasan Turki-Suriah untuk menjaga-jaga pergerakan Negara Islam di Kobani, Suriah, 6 Oktober 2014. AP/Lefteris Pitarakis

    Sejumlah fotografer mengambil gambar tank milik militer Turki saat berada di perbatasan Turki-Suriah untuk menjaga-jaga pergerakan Negara Islam di Kobani, Suriah, 6 Oktober 2014. AP/Lefteris Pitarakis

    TEMPO.CO, Ankara - Turki tidak memiliki rencana mengerahkan pasukan darat di Suriah guna bertempur melawan Negara islam Irak dansuriah (ISIS), meskipun opsi tersebut tetap ada di meja. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turki, Mevult Cavusoglu dalam sebuah wawancara di televisi, Kamis, 13 Agustus 2015.

    "Sekarang ini tidak ada operasi di darat tetapi di masa yang akan datang kebutuhan itu bisa saja diperlukan guna melawan ISIS. Ini pandangan pribadi saya," ucap Cavusoglu kepada HaberTurk TV.

    Pernyataan itu disampaikan setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat menolak kesepakatan antara Washington dan ankara mengenai perluasan zona aman di utara Suriah.

    Wakil Menteri Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu, meneangkan bahwa kedua negara telah sepakat menciptakan sebuah kawasan patroli di sepanjang 98 kilometer oleh negara-negara barat pendukung Angkatan Bersenjata Pembebasan Suriah (FSA).

    Sementara itu, untuk pertama kalinya jet tempur F-16 Amerika Serikat melakukan gempuran udara terhadap basis pertahanan ISIS di Suriah melalui wilayah Turki pada Rabu, 12 Agustus 2015. "Serangan udara ini sifatnya terbtas," kata Pentagon.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.