Arab Saudi Uji Coba Kereta Cepat Pertama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Prancis Frederic Couvillier (kiri) dan Menteri Prrhubungan Spanyol Ana Pastor berpose di depan kereta super cepat AVE yang menghubungkan Paris dan Barcelona, di stasiun Barcelona-Sants, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/12). REUTERS/Gustau Nacarino

    Menteri Perhubungan Prancis Frederic Couvillier (kiri) dan Menteri Prrhubungan Spanyol Ana Pastor berpose di depan kereta super cepat AVE yang menghubungkan Paris dan Barcelona, di stasiun Barcelona-Sants, Barcelona, Spanyol, Minggu (15/12). REUTERS/Gustau Nacarino

    TEMPO.CO, Riyadh - Jawatan kereta api Arab Saudi berhasil melakukan uji coba kereta api supercepat yang menghubungkan King Abdullah Economic City di Rabigh dengan Madinah yang berjarak 100 kilometer.  Proyek kereta Api cepat Al-Haramain tersebut merupakan yang pertama di Timur Tengah.

    "Kereta api tersebut telah diuji dengan jalur berkecepatan 300 kilometer per jam," kata Menteri Transportasi Arab Saudi Abdullah Al-Muqbil, seperti dilansir Rail News, awal Agustus lalu. Dia menjelaskan, uji coba itu akan dilanjutkan hingga efisiensi kereta api cepat tersebut berhasil diverifikasi.

    Proyek yang dikerjakan dengan menggandeng Spanyol tersebut menghabiskan dana US$ 8 miliar atau sekitar Rp 110 triliun. Kereta api yang memiliki kecepatan maksimal 50 kilometer per jam tersebut akan menghubungkan antara Mekah, Madinah, dan Jeddah, termasuk Rabigh.

    Al-Muqbil, yang juga Ketua Dewan Saudi Railways Organization (SRO), menuturkan kereta tersebut dapat dioperasikan mulai tahun depan. Dengan kereta itu, dari Mekah ke Madinah dapat ditempuh kurang dari dua jam. Sedangkan dari Jeddah ke Mekah diharapkan dapat ditempuh hanya dalam 30 menit.

    Kereta Al-Haramain dilengkapi dengan sinyal dan sistem komunikasi terbaru serta diklaim sebagai kereta supercepat paling aman dengan teknik terbaru.

    Pentingnya proyek tersebut berasal dari berbagai pertimbangan, terutama meningkatnya jumlah peziarah, pengunjung, penduduk, dan jemaah yang datang ke Madinah dan Mekah dari tahun ke tahun.

    Kereta tersebut dapat mengurangi kemacetan di jalan antara Mekah dan Madinah. Ini juga akan mengurangi kecelakaan lalu lintas jalan dan tingkat polusi yang dihasilkan dari emisi bahan bakar kendaraan.

    Proyek raksasa tersebut melibatkan pembangunan jaringan listrik antara Mekah, Jeddah, dan Madinah dengan total jarak 450 kilometer. Jalur tersebut dilengkapi dengan sinyal dan alat komunikasi.

    Proyek akan melewati dua fase penting. Yang pertama melibatkan pembangunan jalan layang, jembatan, underpass, terowongan air, serta infrastruktur lain, termasuk stasiun kereta api. Fase kedua mencakup pembangunan rel kereta api dan kereta api.

    Selain itu, akan ada empat stasiun utama yang dibangun, yakni Mekah, Jeddah, King Abdullah Economic City di Dabiagh, dan Madinah. Sebuah stasiun tambahan akan dibangun di Bandara Internasional King AbdulAziz. Total jumlah proyek yang dikerjakan adalah 140 jalan layang dan 860 terowongan air untuk membuang air hujan. 

    Adapun keretanya sendiri terdiri atas 35 kereta listrik dengan kecepatan 300 km per jam yang dibuat Talgo, perusahaan Spanyol. Sebanyak 7 kereta akan melayani jalur dari dan ke Jeddah, 2 kereta untuk Mekah-Madinah, serta 4 kereta untuk Mekah-Rabigh. Satu kereta diketahui dapat mengangkut 19.600 penumpang.

    RAIL NEWS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.