Dituding Berkomplot dengan AS, Mahasiswi Dieksekusi ISIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militer Irak berdiri di dekat kendaraan tempur, yang digunakan untuk bertempur di Universitas Anbar. Saat ini militer Irak masih bertempur dengan militan ISIS, yang memasuki wilayah Irak. Anbar, Irak, 26 Juli 2015. Reutres

    Militer Irak berdiri di dekat kendaraan tempur, yang digunakan untuk bertempur di Universitas Anbar. Saat ini militer Irak masih bertempur dengan militan ISIS, yang memasuki wilayah Irak. Anbar, Irak, 26 Juli 2015. Reutres

    TEMPO.CO, Bagdad - Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengeksekusi seorang mahasiswi salah satu universitas di daerah yang mereka kuasai di Provinsi Mosul, Irak.

    Menurut kabar dari portal berita setempat, Selasa, 11 Agustus 2015, mahasiswi itu dituding telah memberikan informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata ini kepada Amerika Serikat.

    Seorang sumber yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada media independen Al-Sumaria News, ISIS mengeksekusi mahasiswi tersebut di depan mata penduduk Josak, Mosul, kota terbesar di Irak yang dikuasai ISIS sejak Juni 2015.

    Sumber itu menjelaskan, ISIS menganggap mahasiswi ini lebih berbahaya daripada serangan udara koalisi sebab dia memberikan informasi kepada musuh mengenai 50 lokasi kelompok militan.

    Adapun laporan lainnya menyebutkan bahwa mahasiswi ini sebelumnya telah bersumpah akan membalas dendam atas kematian saudara laki-lakinya, seorang pejabat militer, yang tewas akibat dieksekusi ISIS.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.