Gadis Ini Ikut Maraton Saat Haid tanpa Memakai Pembalut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembalut wanita/pantyliners. Wisegeek.com

    Ilustrasi pembalut wanita/pantyliners. Wisegeek.com

    TEMPO.CO, London – Seorang wanita mengikuti lomba lari maraton di London dalam kondisi haid tanpa menggunakan pembalut. Ini dilakukannya sebagai unjuk rasa untuk meningkatkan kepedulian terhadap para perempuan yang tak memiliki akses untuk mendapatkan produk-produk kesehatan.

    Wanita musisi lulusan Harvard berusia 26 tahun bernama Kiran Gandi ini membiarkan haidnya mengalir saat ia berlari menempuh rute maraton keliling London April lalu. Tindakan itu mendapatkan dukungan sejumlah pengguna Twitter, tapi tak sedikit yang mengecamnya.

    Kiran, yang sempat melakukan tur bersama band M.I.A. tahun ini sebagai penggebuk drum, menceritakan pengalamannya tersebut di situs pribadinya.

    Dalam posting berjudul “Feminisme”, ia menulis: “Saya mendapat haid semalam sebelum lomba dan itu benar-benar bencana, tapi saya tak mau membersihkannya. Bakal sangat tidak nyaman untuk mencemaskan pembalut sepanjang 26,2 mil.

    “Saya pikir jika ada seseorang di mana masyarakat tak mau bermasalah dengannya, ia adalah pelari maraton. Jika ada satu cara untuk mengalahkan penindasan, cara itu adalah berlari marathon dengan cara apapun yang kita inginkan.”

    Kiran, yang berlari bersama dua sahabat baiknya untuk menggalang dana 3.800 pound yang akan disumbangkan kepada Breast Cancer Care, menambahkan: “Dalam lari maraton, seksisme bisa dikalahkan. Di mana stigma mengenai haid menjadi tak relevan, dan kami bisa membuat kembali aturan seperti yang kami inginkan. Di mana kenyamanan seorang wanita melampaui apa yang diperkirakan seorang pengamat.

    “Saya berlari dengan darah mengucur di antara kedua kaki saya demi saudari-saudari saya yang tak punya akses terhadap pembalut dan saudari-saudari  saya yang meski merasakan kesakitan, menyembunyikan semua itu dan berpura-pura hal itu tak pernah ada.

    Kisah dari gadis maraton tersebut menjadi sensasi di media sosial dan Kiran mengaku bersyukur karena begitu banyak orang memahami pesannya.

    Tapi, reaksi di media sosial atas tindakan Kiran berbeda-beda. Seorang pengguna media sosial dengan nama, Demiurgic, mengungkapkan dukungannya: “Anda wanita yang mengagumkan! Terima kasih karena telah menambah kepercayaan diri saya.”

    Namun, pengguna lain bernama Bellyrina menulis: “Saya tak kenal Anda, tapi saya tak memandang ini sebagai sikap feminist. Hanya tindakan yang tak peduli kebersihan.”

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.