Paus Ajak Gereja Katolik Melunak pada Perceraian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Francis atau Fransiskus memegang lilin Paskah, saat ia tiba di Basilika Santo Petrus. Saat perayaan misa malam Paskah, untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus. Vatikan, Itali, 4 April 2015. Franco Origlia / Getty Images

    Paus Francis atau Fransiskus memegang lilin Paskah, saat ia tiba di Basilika Santo Petrus. Saat perayaan misa malam Paskah, untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus. Vatikan, Itali, 4 April 2015. Franco Origlia / Getty Images

    TEMPO.CO, Vatican City - Paus Fransiskus tampaknya mulai melunak soal aturan perceraian dalam tubuh gereja Katolik. Setidaknya dengan pernyataannya yang mencemaskan soal nasib kaum yang dikucilkan akibat perceraian.

    Paus bahkan telah mengatakan kepada para imam untuk menjadi lebih berbelas kasih pada umat Katolik yang telah resmi berpisah dan menikah lagi di luar gereja.

    "Orang-orang ini jangan dikucilkan ... dan mereka tidak boleh diperlakukan seolah-olah mereka bukan bagian dari gereja," katanya, Rabu, seperti yang dilansir Metro.co.uk pada Jumat, 7 Agustus 2015.

    Pernyataan Paus tersebut disampaikan karena khawatir akan nasib anak-anak korban perceraian yang seakan-akan dijauhkan oleh gereja saat ini.

    Ajaran gereja mengatakan sebagai imbas jika terjadi perceraian dalam Katolik, maka yang bersangkutan tidak dapat menerima komuni karena pernikahan pertama mereka masih berlaku di mata gereja. Namun Paus ingin mereka untuk berpikir tentang anak-anak.

    "Mereka (anak-anak) adalah orang-orang paling yang menderita dalam situasi ini," tambahnya.

    "Bagaimana kita bisa mendorong orang tua ini untuk melakukan segalanya untuk membesarkan anak-anak mereka dalam kehidupan Kristen ... jika kita menjaga mereka pada jarak dari kehidupan masyarakat seolah-olah mereka telah dikucilkan."

    METRO.CO.UK | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.