Tabrakan Kereta Api di India, 27 Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menunggu kereta api di sebuah stasiun di Mumbai, India, 26 Februari 2015. Menteri Kereta Api India, Suresh Prabhu, mengatakan 8,5 triliun rupee ($ 137.000.000.000) telah diinvestasikan untuk perbaikan transportasi kereta dengan sistem terpadu dan terbesar di dunia. (AP/Rafiq Maqbool)

    Penumpang menunggu kereta api di sebuah stasiun di Mumbai, India, 26 Februari 2015. Menteri Kereta Api India, Suresh Prabhu, mengatakan 8,5 triliun rupee ($ 137.000.000.000) telah diinvestasikan untuk perbaikan transportasi kereta dengan sistem terpadu dan terbesar di dunia. (AP/Rafiq Maqbool)

    TEMPO.CO, New Delhi - Sedikitnya 27 orang dilaporkan tewas setelah dua kereta api penumpang yang sedang melakukan perjalanan bertabrakan dan terlempar dari rel. Akibatnya kedua kuda besi itu terjungkal ke dalam sungai di negara bagian India Tengah, Madhya Pradesh.

    Menurut petugas kepolisian, kereta Kamayani Express keluar dari rel pada Selasa tengah malam waktu setempat, 4 Agustus 2015, di dekat stasiun kereta api Kudawa, sekitar 20 kilometer dari Kota Harda.

    Adapun kereta kedua, Janata Express, bergerak dari arah berlawanan dari Patna menuju Mumbai, juga nyungsep di sungai yang sama beberapa menit kemudian. "Sejauh ini petugas menemukan 27 mayat. Dikhawatirkan jumlah korban tewas bertambah," kata polisi.

    Koresponden Al Jazeera, Nidhi Dutt, dalam laporannya dari New Delhi menyebutkan ada sejumlah laporan mengatakan setidaknya 300 orang berhasil diselamatkan dalam kecelakaan tersebut. Tetapi dari hitungan beberapa saksi mata berkata, "Banyak pula yang hilang akibat hanyut."

    Juru bicara perusahaan jawatan kereta api India menerangkan kepada BBC, hujan deras melanda kawasan tersebut menyebabkan air sungai meluap dan menenggelamkan rel kereta api. "Sebanyak 300 korban berhasil diselamatkan," ucapnya.

    Salah seorang penumpang kereta api yang ditemui BBC mengatakan air masuk ke dalam gerbong beberapa saat setelah insiden tabrakan. "Air masuk ke dalam gerbong hingga segini," ujar seorang pria sambil menunjuk pinggangnya kepada stasiun televisi lokal.

    Kantor berita Press Trust of India melaporkan hingga saat ini belum jelas berapa jumlah penumpang yang ada di kedua kereta api tersebut.

    AL JAZEERA | BBC | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.