Aneh, Wanita Ini Terpaksa Cuti 6 Bulan Gara-gara Keringat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Esme De Silva, mengambil cuti selama enam bulan dari pekerjaannya karena tubuhnya terus mengeluarkan keringat. mirror.co.uk

    Esme De Silva, mengambil cuti selama enam bulan dari pekerjaannya karena tubuhnya terus mengeluarkan keringat. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan di Inggris bernama Esme De Silva, 25 tahun, mengaku terpaksa mengambil cuti selama enam bulan akibat menderita hyperhidrosis atau keringat berlebih. "Aku sangat cemas di kantor. Aku merasa tidak bisa melakukan pekerjaanku dengan maksimal," kata De Silva, seperti yang dilansir laman Mirror.co.uk, Selasa, 4 Agustus 2015.

    De Silva mengaku ia khawatir hanya memikirkan apakah orang memandanginya atau tidak. Ia merasa sangat ketakutan jika keringatnya terlihat dari balik baju, tangan, serta wajahnya. De Silva mengatakan, sejak sekolah ia sudah harus berhadapan dengan kondisi yang tak nyaman itu. Setiap hari ia pasti pulang dengan tubuh yang basah karena keringat.

    "Keringat ini mengambil alih hidupku. Di sekolah, aku harus mencuci seragamku setiap malam dan memastikan aku membawa parfum, deodoran, dan baju ganti di tasku," ujar  De Silva. Menginjak dewasa, kondisinya makin parah karena material pakaian dengan benang sintetis dan kebutuhannya untuk naik kereta.

    "Belanja menjadi mimpi buruk. Aku harus berhati-hati dengan material karena bahan sintetis dapat membuat kondisi ini 10 kali lebih buruk, tapi pakaian yang dijual kebanyakan dibuat dari sintetis," kata De Silva. "Travelling juga memiliki efek. Aku selalu basah kuyup dan cemas setiap turun dari kereta."

    Selama beberapa tahun terakhir, De Silva sering konsultasi ke dokter yang menyuruhnya untuk mengubah pola makan hingga mengenakan pelindung ketiak untuk menyerap keringat berlebih. Tapi ia mengaku tidak ada yang berhasil. Ketika ahli medis menyarankan De Silva untuk mencoba pilihan botoks di ketiak, ia menolak karena tak sanggup.

    De Silva menuruti saran temannya menggunakan antiperspiran yang digunakan malam hari untuk membantu melawan keringat berlebih. Sejak menggunakannya, De Silva mengaku seperti terlahir kembali.

    Setelah berhenti kerja, ia memulai karir sebagai pegawai lepas dan berencana untuk menikahi Anthony, 26 tahun, tunangannya. "Kondisiku sangat berdampak pada hubunganku yang dulu, tapi kini aku bisa tenang dan merencanakan masa depanku dengan Anthony," ucap De Silva.

    NIBRAS NADA | MIRROR | EXPRESS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.