Rusia dan Swedia Saling Usir Duta Besar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Swedia, Frederik Reinfeldt (kedua kiri), tiba pada jamuan makan kenegaraan yang diselenggarakan Ratu Denmark untuk kepala negara yang berpartisipasi dalam KTT iklim COP15 di Copenhagen, Denmark, Jumat (18/12). AP Photo/Tariq Mikkel Kh

    Perdana Menteri Swedia, Frederik Reinfeldt (kedua kiri), tiba pada jamuan makan kenegaraan yang diselenggarakan Ratu Denmark untuk kepala negara yang berpartisipasi dalam KTT iklim COP15 di Copenhagen, Denmark, Jumat (18/12). AP Photo/Tariq Mikkel Kh

    TEMPO.CO, Stockholm - Swedia mengusir seorang diplomat Rusia dan Moskow membalasnya dengan melakukan hal sama. Kantor Berita Reuter melaporkan, Kementerian Luar Negeri Swedia, Senin 3 Agustus 2015, menolak untuk mengatakan kapan pengusiran itu terjadi.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Swedia Johan Tegel mengatakan kegiatan diplomat Rusia tak sesuai dengan Konvensi Wina, regulasi yang mengatur kode perilaku diplomat dan aktivitas spionase. Namun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut soal ini.

    Pemerintah Swedia selama ini dikenal sangat kritis terhadap tindakan Rusia di Ukraina. Peningkatan aktivitas militer oleh pesawat Rusia dan kapalnya di Baltik telah mengintensifkan ketegangan di kawasan itu.

    Kementerian Luar Negeri Swedia juga mengakui bahwa diplomatnya akan pergi dari Rusia. "Saya mengkonfirmasi bahwa diplomat Swedia harus meninggalkan Rusia," kata Johan Tegel kepada TV Swedia, SVT Channel.

    "Kementerian Luar Negeri percaya bahwa keputusan untuk mendepak diplomat Swedia tidak beralasan. Keputusan Rusia ini tidak akan meningkatkan hubungan antara kedua negara," tambah Tegel. Ia menyebut pengusiran itu sebagai aksi balasan atas pengusiran diplomatnya dari Swedia.

    REUTERS | UATODAY.TV | ABDUL MANAN

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.