Hitler Ternyata Hampir Membuat Bom Atom

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adolf Hitler di Lustgarten, Berlin, 1 Mei 1936. AP

    Adolf Hitler di Lustgarten, Berlin, 1 Mei 1936. AP

    TEMPO.COBerlin - Sebuah film dokumenter Jerman mengungkapkan bahwa Nazi pernah sangat dekat dengan upaya mengembangkan senjata pemusnah massal. Demikian diberitakan oleh media Inggris, Express, 31 Juli 2015.

    Film The Search for Hitler Atom Bomb itu menggambarkan bagaimana Nazi melakukan penelitian canggih, dan bahkan mengorbankan tawanan perang Uni Soviet (kini Rusia) untuk menguji efisiensi bom itu. Film yang ditayangkan di saluran ZDF itu mengutip laporan interogasi para ilmuwan Nazi, saksi mata, dan catatan yang ditinggalkan para peneliti.

    Sejarawan Matthia Uhl mengklaim bahwa kompetisi menciptakan bom atom justru intensif dilangsungkan pada tahun-tahun terakhir perang, saat Jerman mulai sering mengalami kekalahan. Di pusat program SS, Jendral Hans Kammler diberi tanggung jawab mewujudkan ambisi Adolf Hitler ini.

    Kammler, satu dari segelintir pejabat Nazi yang hanya tunduk kepada Hitler, dilaporkan telah menyerahkan 175.000 tahanan kamp konsentrasi untuk bekerja paksa di pabrik-pabrik senjata dan jalur produksi tangki serta membangun bunker rahasia.

    Salah satu proyek utama Kammler adalah Lembah Jonas di Thuringia, Jerman timur, yang diduga sebagai lokasi program nuklir Nazi. Satu percobaan penggunaan senjata pembunuh massal itu dilaporkan dilakukan pada awal Maret 1945.

    Penganut teori konspirasi percaya bahwa Amerika Serikat menemukan dua hal di lembah itu: bom nuklir tua dan piring terbang yang dirancang untuk menjatuhkan bom. Bahkan, sebagaimana dilansir Express, pada tahap akhir perang, ada penampakan jelas "foo fighter", istilah para pilot Perang Dunia II untuk beragam UFO.

    ZDF mengutip dokumen Soviet yang berasal dari agen intelijen militer Rusia yang berbicara tentang dua tes nuklir di Thuringia. Mereka mengatakan, "Jerman tengah berupaya keras membuat dan menguji senjata rahasia baru, yang memiliki daya rusak yang besar. Bom itu memiliki diameter 1,5 meter."

    Satu laporan menambahkan, "(Tawanan perang Rusia) tewas di pusat ledakan dan sering tidak ada jejak yang tersisa dari mereka. Juga efek radioaktif yang kuat telah diamati."

    Namun film dokumenter itu tidak dapat menemukan tempat para ilmuwan mendapatkan uranium sebagai bahan pembuat bom.

    EXPRESS | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.