Setelah Menerima PM Inggris, Jokowi Terbang ke Singapura

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Singapura, Lee Hsien Loong (kiri) berjaat tangan dengan Presiden Jokowi, usai pelantikan di Istana Merdeka, 20 Oktober 2014. Facebook.com/Lee Hsien Loong/MCI/LH Goh

    PM Singapura, Lee Hsien Loong (kiri) berjaat tangan dengan Presiden Jokowi, usai pelantikan di Istana Merdeka, 20 Oktober 2014. Facebook.com/Lee Hsien Loong/MCI/LH Goh

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron hari ini, Senin, 27 Juli 2015, Presiden Joko Widodo akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura pada Selasa-Rabu, 28-29 Juli 2015.

    Presiden akan didampingi Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan A. Djalil, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

    Menurut siaran pers Kementerian Luar Negeri, tujuan utama kunjungan ini yakni lebih memajukan kerja sama ekonomi kedua negara.

    "Saat ini Singapura merupakan salah satu mitra utama Indonesia di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri yang diterima Tempo, Senin, 27 Juli 2015.

    Total nilai perdagangan Indonesia dengan Singapura pada 2014 mencapai US$ 41,99 miliar atau kedua terbesar setelah Cina.

    Di bidang investasi, Singapura menempati posisi pertama investor terbesar di Indonesia dalam lima tahun terakhir dengan total nilai investasi pada 2014 mencapai US$ 5,8 miliar di 2.056 proyek.

    Kunjungan wisatawan Singapura pun merupakan kunjungan wisatawan asing terbesar di Indonesia, yakni sejumlah 1.519.223 orang pada 2014, meningkat 10,12 persen dari 2013.

    Selama kunjungan, Presiden akan bertemu dengan Presiden Singapura Tony Tan Keng Yam dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong serta menghadiri pertemuan bisnis yang diperkirakan  dihadiri lebih dari 150 CEO perusahaan-perusahaan besar di Singapura.

    Selain membicarakan isu bilateral, Presiden akan membahas masalah ASEAN. "Bagi Indonesia, ASEAN Community 2015 harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat ASEAN," kata Kementerian Luar Negeri.

    Indonesia saat ini memang tengah memperjuangkan adanya instrumen perlindungan buruh migran ASEAN yang mengikat secara hukum.

    Pada akhir kunjungan, rencananya dilakukan peresmian spesies anggrek baru yang akan dinamai Iriana jokowi.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.