Yunani dan Kreditur Tunda Bahas Dana Talangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa anti-bailout melemparkan bom molotov ke arah polisi di Athena, Yunani, 15 Juli 2015. Pengunjuk rasa menilai kesepakatan bailout bertentangan dengan hak semua orang, terutama kaum pekerja. REUTERS/Yannis Behrakis

    Pengunjuk rasa anti-bailout melemparkan bom molotov ke arah polisi di Athena, Yunani, 15 Juli 2015. Pengunjuk rasa menilai kesepakatan bailout bertentangan dengan hak semua orang, terutama kaum pekerja. REUTERS/Yannis Behrakis

    TEMPO.COJakarta - Pembahasan dana talangan ketiga antara pemerintah Yunani dan pemberi kreditur, yakni Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, serta International Monetary Fund, ditunda. Musababnya, pemberi kreditur belum mendapatkan kepastian tempat beroperasi dari pemerintah Yunani. 

    “Ada beberapa masalah logistik yang harus dipecahkan, terutama soal kebijakan keamanan,” kata pejabat Komisi Eropa, seperti dikutip Guardian, Sabtu, 25 Juli. 2015. “Beberapa pilihan sudah disiapkan.” 

    Sebelumnya, sayap kiri pemerintah Yunani bersumpah tidak akan membiarkan para kreditur kembali ke Yunani. Alasannya, para kreditur diberikan akses mudah oleh kementerian untuk mengumpulkan data saat memberikan dana talangan sebelumnya. Akhirnya, tim memutuskan tinggal di hotel di luar Athena.

    Pelaksana tugas Menteri Keuangan Anna Asimakopoulou menyatakan kepercayaan terhadap para kreditur sudah hilang. “Masalah besarnya adalah apa yang akan mereka lihat, kementerian mana yang akan mereka masuki, dan data apa yang tersedia,” ujar Anna.

    Pembahasan mengenai pengucuran dana talangan sebesar 86 miliar euro dilakukan setelah pemerintah Yunani meloloskan rancangan undang-undang tentang reformasi penting untuk mengamankan dana talangan dari krediturnya. RUU tersebut disetujui 230 dari 298 anggota parlemen yang hadir. 

    GUARDIAN | SINGGIH SOARES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.