TKI Asal Lombok Tewas dalam Kecelakaan di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kecelakaan mobil. Valor-dictus.com

    Ilustrasi kecelakaan mobil. Valor-dictus.com

    TEMPO.CO, Johor Baru - Seorang warga Indonesia tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Johor,  Malaysia.

    Pria yang diketahui seorang TKI tersebut tewas seketika di tempat kejadian setelah mobil yang dikendarainya lepas kendali hingga menabrak pembatas kiri jalan.
    Selasa, 21 Juli 2015, jam 9 pagi waktu setempat.

    Sedemikian keras tabrakan yang  yang terjadi di Kilometer 108.4, Lebuhraya Utara Selatan, arah selatan itu mengakibatkan korban terlempar beberapa meter dari kendaraannya.

    Seperti yang dilansir portal berita online Malaysia, Sinar Harian.com pada 21 Juli 2015, korban tewas tersebut mengalami cedera parah di bagian badan dan kepala.

    Ketua Polis Daerah Batu Pahat, Asisten Komisioner Din Ahmad mengatakan, korban yang dikenal sebagai Supardi, 31 tahun.

    "Setelah diidentifikasi, diketahui korban berasal dari Indonesia bernama Supardi dan berusia 31 tahun," kata Ahmad.

    Konsul Jenderal RI di  Johor Baru Taufiqur Rijal menyatakan pihak KJRI telah dikabari mengenai kecelakaan tersebut.

    "TKI yang meninggal karena kecelakaan mobil, Supardi, hari ini jenazahnya dipulangkan ke Lombok," kata Taufiq dalam pesan melalui WhatsApp kepada Tempo, Rabu, 22 Juli 2015.

    Menurut Taufiq, pada Selasa terdapat dua kecelakaan yang melibatkan WNI, satu perempuan dan satu lagi Supardi. Yang perempuan terjadi di Malaka. Keduanya adalah pekerja resmi.

    Aparat Malaysia senantiasa memberitahukan pihak KJRI jika ada WNI yang mengalami kemalangan seperti kejadian kemarin.

    "Ya untuk identifikasi WNI dan keluarga yang bersangkutan serta pemulangan jenazah dan urusan hak-hak yang bersangkutan," kata Taufiq.

    SINAR HARIAN| YON DEMA | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.