Tak Bayar Tiket Kereta, Gadis Cantik Ini Bisa Kehilangan Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aisha Khan bersama ibunya, menunjukkan seurat peringatan karena telah tidak membayar tiket kereta selama 3 tahun. dailymail.co.uk

    Aisha Khan bersama ibunya, menunjukkan seurat peringatan karena telah tidak membayar tiket kereta selama 3 tahun. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Seorang ibu beranak lima mengaku amat ketakutan bakal kehilangan rumah setelah putrinya mengabaikan denda selama tiga tahun yang dijatuhkan lantaran sang putri tidak membeli tiket kereta api seharga 4  pound sterling atau sekitar Rp 84 ribu. Kini denda akibat kecerobohan itu sudah membengkak menjadi 650 pound sterling atau sekitar Rp 13,6 juta.

    Aisha Khan, 21 tahun, tertangkap basah bepergian tanpa tiket di Birmingham. Semula dia mengabaikan peringatan itu. Tapi pada akhirnya dia lupa akan denda tersebut. Meski ia tidak lagi tinggal di rumah keluarganya, pengadilan mendaftarkan gugatan terhadapnya dengan alamat ibunya tertera di dokumen. Petugas pengadilan akan mengunjungi rumah keluarga itu pada Selasa, 21 Juli 2015.

    Khan, pramusaji paruh waktu, mengakui kecerobohannya. "Aku bodoh. Aku takut, jadi mengabaikan surat peringatan itu. Aku merasa bersalah. Sejak bayi aku dan keluarga tinggal di sana. Aku  tidak tahu harus berbuat apa lagi."

    Ibunya, Sharon Brown, telah menghubungi Biro Saran Warga di Pengadilan Tinggi Birmingham. Sharon menawar pembayaran denda 653 pound sterling itu dengan cara mengangsur.

    Kecuali uang tunai itu diserahkan pada akhir Juli ini, tuntutan tidak akan dihapus dari dokumen pengadilan.

    Khan berupaya mengingat kejadian tiga tahun lalu yang memicu denda besar itu.

    Dia tidak ingat di stasiun mana dia naik kereta ke Birmingham New Street. Ia menduga tarifnya 4 pound sterling serta denda awal antara 30 dan 40 pound sterling.

    "Aku punya uang, tapi tidak mengira ada orang di meja di stasiun," katanya. Pengumpul tiket mengatakan saya akan mendapatkan denda.

    Khan mengenang, surat denda yang dikirim ke rumahnya dia sembunyikan. Ia mengatakan takut memberitahukan perihal denda itu kepada ibunya. Selanjutnya. Khan lupa akan peringatan itu. "Aku masih muda. Aku takut dan mengabaikannya.

    "Ketika aku pindah, semakin banyak surat yang datang ke rumah dan aku menanggung denda yang lebih besar dan lebih besar."

    Awalnya, ibunya membiarkan surat-surat peringatan itu dan tidak membukanya sama sekali. Ia pun kemudian melupakan surat-surat tersebut. Tapi, pada suatu hari di bulan Mei, Brown, yang tinggal dengan tiga anaknya, yang berusia 2, 15, dan 23 tahun, membuka surat itu dan terkejut.

    Dalam persidangan di pengadilan, hakim memerintahkan Khan membayar denda 343,30 pound sterling pada 12 November 2013. Dia terbukti bersalah karena gagal menunjukkan tiket yang sah.

    Dalam surat panggilan untuk Selasa, petugas pengadilan mengungkapkan angka itu sekarang 653,30 pound sterling dan terus meningkat.

    "Kuasa hukum dari Biro Saran Warga mengatakan kepada saya tentang itu. Ada kenaikan 300 pound sterling setiap kali petugas pengadilan memanggil, " kata Brown.

    Brown mengaku benar-benar stres dan ingin menangis. "Saya ditelepon terus-menerus. Saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa Aisha tidak tinggal di sini.

    "Saya telah diberitahu, kecuali kami membayar denda, mereka akan mengambil sesuatu dari rumah. Tapi belum ada sesuatu yang diambil.

    "Saya hanya berharap denda yang dibayar sesuai dengan peringatan pertama, tapi kita tidak bisa memutar waktu kembali."

    DAILYMAIL.CO.UK | BC

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.