Badawi Akan Pangkas Biaya Pengobatan Kanker Setelah Kematian Istrinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi berjanji untuk memangkas biaya pengobatan kanker setelah kematian istrinya, Endon Mahmood, pekan lalu akibat penyakit itu."Biaya pengobatan kanker sangat mahal, dan saya tahu obatnyapun sangat mahal. Saya ingin membuat pengobatan kanker lebih terjangkau bagi semua orang," kata Badawi kepada parlemen, seperti dikuti harian Star, Selasa (25/10).Endon, yang selalu disebut Badawi sebagai "pendukung Nomor 1"-nya meninggal, Kamis (20/10), karena kanker payudara. Endon selama hampir empat tahun menjalani kemoterapi, termasuk yang dilakukannya di Los Angeles, Amerika Serikat."Penyakit melemahkan dirinya (Endon). Tapi pelajarannya adalah, saya percaya, kini semua orang lebih sadar soal perlunya mengatasi kanker," kata Badawi. "Bisa melalui pendidikan dan pencegahan, atau membuat lebih banyak obat-obatan, yang kami harapkan, bisa membuat pengobatan menjadi lebih murah."Badawi menyatakan, sebelum meninggal, Endon mengatakan kepadanya untuk memastikan bahwa sejumlah proyek yang berkaitan dengan kanker dan telah dirintis sudah diselesaikan. "Insya Allah, saya, bersama anak-anak kami, akan membantu memastikan berjalannya proyek-proyek itu,' ia menambahkan.Meski kehilangan istri yang telah mendampinginya selama 40 tahun, Badawi telah mulai bekerja sejak Senin (24/10). Ia menyatakan akan hadir pada semua pertemuan internasional, yang dijadwalkan berlangsung bulan depan, termasuk pertemuan tingkat tinggi APEC di Korea Selatan. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.