WNI di Canberra Rayakan Idul Fitri di Bawah Suhu Minus 3

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana salat Idul Fitri 1436 H di KBRI Canberra, Australia, 17 Juli 2015. Foto: KBRI Canberra

    Suasana salat Idul Fitri 1436 H di KBRI Canberra, Australia, 17 Juli 2015. Foto: KBRI Canberra

    TEMPO.CO, Canberra - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra menggelar salat Id berjamaah dan open house meski suhu udara mencapai minus tiga derajat celcius.

    Sebanyak 300 WNI, termasuk anggota Diaspora Indonesia Canberra, memadati Balai Kartini untuk mengikuti salat Id yang dimulai pada pukul 08.00 waktu setempat atau 05.00 WIB. Salat diimami oleh M. Saad Nurul Ishlah dan diisi oleh khotbah dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema.

    Nadjib mengajak umat Islam Indonesia untuk tidak berputus asa dan menjaga kepribadian Islami yang amanah, jujur dan sabar serta selalu bersyukur kepada Tuhan.

    "Kepribadian Islami ini sangat tepat diterapkan oleh masyarakat Indonesia di Australia. Marilah kita memperkuat persaudaraan kita dengan sesama anak bangsa dan bangsa Australia tanpa harus melihat perbedaan," kata Nadjib dalam rilisan pers yang diterima Tempo, Jumat, 17 Juli 2015.

    Seusai salat Id, Nadjib dan keluarganya mengadakan open house di kediamannya, yaitu Wisma Indonesia.

    Sebanyak 600 undangan hadir. Di antaranya terdiri atas masyarakat Indonesia yang berdomisili di Canberra dan sekitarnya, para sesepuh, mahasiswa dan pelajar termasuk pemuda Australia yang bergabung dalam organisasi terkait Australia-Indonesia, akademisi, pejabat pemerintah Australia, Indonesianis, friends of Indonesia, Diaspora Indonesia, media dan kalangan bisnis Australia.

    Selain itu, turut hadir para duta besar dari negara anggota ASEAN dan duta besar negara-negara sahabat yang pernah bertugas di Indonesia.

    Dalam acara yang mempererat tali silaturahmi ini, berbagai hidangan khas Lebaran disajikan. Menu terdiri dari lontong dilengkapi opor ayam, rendang, sambal goreng ati ampela, sayur labu siam, kerupuk, dan aneka khas kue tanah air, yang cocok untuk musim dingin.

    Perayaan tahun ini lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya dengan diadakannya 'Panggung Gembira' berupa iringan musik dan persembahan lagu-lagu religi.

    “Di hari ini, hari yang Fitri, seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat Australia berkumpul saling bersilaturahmi dan mempererat rasa kekeluargaan,” kata Nadjib.

    NIBRAS NADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.