Hadapi Cina, Filipina Bangun Pangkalan Militer di Subic

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Helikopter MH-60R Seahawk helicopter dan pesawat tanpa awak di hanggar kapal perang Amerika Serikat, USS Fort Worth di Palawan, Filipina, 22 Juni 2015. Amerika, Filipina, dan Jepang melakukan latihan milter bersama setelah Cina membangun pangkalan di pulau karang di Laut Cina Selatan. Sanjit Das/Bloomberg via Getty Images

    Helikopter MH-60R Seahawk helicopter dan pesawat tanpa awak di hanggar kapal perang Amerika Serikat, USS Fort Worth di Palawan, Filipina, 22 Juni 2015. Amerika, Filipina, dan Jepang melakukan latihan milter bersama setelah Cina membangun pangkalan di pulau karang di Laut Cina Selatan. Sanjit Das/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Manila -Filipina akan membuka kembali pangkalan militernya di teluk Subic di pulau Luzon setelah ditutup pada tahun 1992.

    Dulunya, teluk Subic digunakan sebagai  pangkalan militer angkatan laut Amerika Serikat terbesar di dunia. Setelah ditutup, teluk Subic diubah menjadi zona pemanfaatan ekonomi.

    Filipina berencana tahun depan akan menjadikan Teluk Subic sebagai pangkalan militernya. Pesawat-pesawat tempur dan kapal induk akan ditempatkan di Subic.

    Pembukaan kembali Subic sebagai pangkalan militer Filipina untuk menghadapi  ketegangan yang semakin meningkat dengan Cina dalam sengketa klaim di kawasan Laut Cina Selatan.

    Untuk mempersiapkan pembukaan kembali Teluk Subic, Filipina dan AS telah membuat kesepakatan kerja sama militer yang baru-baru ini ditandatangani. Hal ini  telah membuka ruang bagi AS mengerahkan bantuan ke pangkalan militer Filipina dalam periode  jangka panjang. Termasuk membangun barak dan fasilitas lainnya untuk keperluan logistik.

    Seperti dilansir dari Channel News Asia, 17 Juli 2015, Filipina baru-baru ini mengumumkan anggaran perbaikan untuk angkatan bersenjatanya sebesar US$ 20 miliar atau setara Rp 2669 triliun. Selain itu, Filipina juga telah melakukan kerja sama latihan militer dengan AS dan Jepang.

    Mengenai sengketa klaim di kawasan Laut Cina Selatan, Pengadilan di Den Hague tengah mengadili sengketa itu. Filipina telah menyampaikan argumennya atas klaim Cina atas kawasan itu.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.