Cegah Terorisme, Jepang Siapkan Alat Pemindai Seluruh Tubuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bandara Internasional Narita, Tokyo, masuk diurutan kedelapan bandara terbaik di Asia. businessinsider.com

    Bandara Internasional Narita, Tokyo, masuk diurutan kedelapan bandara terbaik di Asia. businessinsider.com

    TEMPO.CO, Tokyo - Untuk mengantisipasi aksi terorisme, bandar udara di Jepang akan dilengkapi alat pemindai (scanner) yang dapat memindai seluruh tubuh. Kementerian Pertanahan Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang telah melakukan uji coba pemakaian alat pemindai seluruh tubuh.

    Pada tahun ini, alat pemindai ini akan dipasang di tiga bandara utama, yakni Bandara Narita, Haneda, dan Kansai International. Pada 2020, saat pelaksanaan Olimpiade dan Para Olimpiade, seluruh bandara ditargetkan sudah dipasangi alat pemindai seluruh tubuh ini.

    Alat pemindai ini bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik sehingga dapat menerawang seluruh tubuh manusia hingga pakaian dalamnya. Dengan alat ini, apa saja yang di dalam pakaian penumpang dapat terdeteksi, seperti logam, plastik, kayu, dan benda cair hanya dalam jangka waktu tiga detik. Pemerintah mengklaim alat pemindai seluruh tubuh ini tak akan mengganggu privasi penumpang.

    Baca juga:

    Akun Akseyna UI Hidup Lagi, Polisi: Ini Petunjuk Baru !
    Inul Bagi THR Rp 2 Miliar, Zaskia Gotik? Ini Jumlahnya 

    Sejumlah bandara besar dunia sebenarnya sudah lama memakai alat pemindai seluruh tubuh setelah adanya aksi teror yang dilakukan penumpang berkebangsaan Nigeria pada Desember 2009. Penumpang yang membawa bahan peledak berhasil lolos dari pemeriksaan di bandara Belanda dengan tujuan Amerika Serikat.

    Beruntung, aksi teror penumpang Nigeria ini tidak sampai terjadi karena bahan peledak tidak aktif. Namun yang menjadi pertanyaan saat itu, kenapa alat pemindai tidak bisa melacak bahan peledak yang disembunyikan di bawah pakaian?

    Sebenarnya pemerintah Jepang sudah berencana memasang alat pemindai seluruh tubuh pada 2010. Namun terhambat biaya instal yang mencapai puluhan juta yen per mesin. Selain itu, terhambat masalah privasi. Itulah sebabnya alat ini tak jadi diproduksi.

    Namun, setelah merebaknya aksi teroris, terutama sejak warga Jepang yang disandera ISIS, pemerintah terdorong untuk kembali berencana memasang alat pemindai seluruh tubuh.

    Adapun ihwal mahalnya biaya instalasi, pemerintah Jepang akan menggaet maskapai penerbangan dan pihak bandara untuk pendanaan.

    THE MAINICHI | SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.