Ketakutan, Pilot AS Buang Peluru Lewat Toilet Pesawat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Muenchen - Seorang pilot United Airlines sedang diselidiki setelah melempar peluru ke tempat sampah dan kemudian menyiramnya melalui toilet pesawat pada penerbangan rute Amerika Serikat-Jerman.

    Pilot tersebut membuang peluru lantaran takut dengan undang-undang senjata api Jerman. Insiden itu saat ini sedang diselidiki oleh Administrasi Keamanan Transportasi.

    Kapten berpengalaman tersebut melakukan hal itu saat ia bertugas melayani penerbangan United Airlines (UA) dari Houston ke Muenchen pada 23 Juni. Juru bicara UA, Karen Mei, mengatakan selama perjalanan dia menyadari bahwa telah meninggalkan beberapa peluru di tasnya.

    Pilot United Airlines diizinkan untuk membawa senjata dan amunisi pada penerbangan domestik di bawah program 9/11, yang ditujukan untuk membuat pesawat lebih sulit untuk dibajak. Pilot tidak memiliki senjata, tapi lupa untuk mengambil peluru keluar dari tasnya.

    Takut undang-undang senjata Jerman yang ketat, kapten lantas membuang peluru di tempat sampah. Namun amunisi itu kemudian ditemukan oleh seorang pramugari, yang melihat di sampah pesawat saat ia hendak mencari cincinnya yang hilang. Setelah menemukan peluru, pramugari melaporkan kejadian tersebut ke kapten.

    Pilot lalu menyiram peluru ke toilet. Namun aksi tersebut diberitahu ke pihak berwenang Jerman.

    "Benar bahwa sang pilot telah membuang amunisi," kata Mei, seperti yang dilansir RT News pada 9 Juli 2015, "Tetapi kemungkinan bahwa ia tidak akan menghadapi tuntutan kriminal." Mei menambahkan bahwa sang pilot yang ingin namanya dirahasiakan tersebut masih dipekerjakan oleh UA.

    Setelah pesawat mendarat di Munich dan ketika penumpang sudah turun, itu meluncur ke daerah terpencil bandara, di mana tong limbah dikosongkan untuk menemukan peluru.

    RT NEWS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.