Ramadan, Menikah atau Ditunda ya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang umat Muslim memnbaca Al-Quran saat menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadan di sebuah Masjid di Mekkah, ARab Saudi, 29 Juni 2014. REUTERS/Mohamed Alhwaity

    Seorang umat Muslim memnbaca Al-Quran saat menjalankan ibadah Puasa di bulan Ramadan di sebuah Masjid di Mekkah, ARab Saudi, 29 Juni 2014. REUTERS/Mohamed Alhwaity

    TEMPO.CO , Riyadh:  Fatwa ulama besar Saudi Arabia, Sheikh Abdul Aziz bin Baz tidak melarang umat untuk melangsungkan pernikahan selama bulan suci Ramadan. Namun umumnya keluarga di Arab memilih tidak merayakan pesta pernikahan atau menunda hingga bulan lain.

    Para remaja di Arab memutuskan untuk  menunda pernikahan selama Ramadan, ini agar bisa beribadah puasa dengan baik. Menikah di bulan puasa untuk menghindari godaan haramnya berhubungan selama puasa.

    Sebab hukumannya berat bagi yang berhubungan intim di siang bulan Ramadan yakni membayar kafaroh. Antara lain membebaskan satu orang budak, jika tidak bisa maka harus berpuasa dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu berpuasa, memberi makan kepada 60 orang miskin.

    Seorang ulama bernama Nadia Ammarah mengatakan menikah di bulan Ramadan tidak dilarang. Namun sebaiknya dihindari untuk menghindari pasangan tergoda melakukan hubungan intimselama puasa.

    "Tentunya bagi pengantin baru sulit selama sebulan ini  menahan kebutuhan intim itu," katanya seperti dilansir dari Arab News, Kamis 9 Juli 2015.

    Khaled Al-Sharhan, seorang weeding organizer mengatakan selama bulan Ramadan, permintaan pesta pernikahan turun drastis dibandingkan bulan-bulan lain. Namun menurut dia, beberapa keluarga tak keberatan menggelar upacara pertunangan di bulan Ramadan dengan undangan terbatas untuk kalangan keluarga. "Pesta pernikahan akan dilakukan setelah Ramadan," katanya.

    ARAB NEWS|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.