Tujuh Pengikut Setia Saddam yang Ikut Diadili

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad: Mantan pemimpin Irak Saddam Hussein yang digulingkan Amerika Serikat, 2003 lalu, akan dihadapkan ke pengadilan, Rabu (19/10) ini. Ia tidak sendirian, melainkan diadili bersama tujuh mantan anak buahnya dengan tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.Termasuk yang akan diadili bersama Saddam adalah Barzan Ibrahim Hassan al-Tikriti, mantan direktur badan intelijen Mukhabarat, dan Taha Yassin Ramadan, yang menjabat wakil presiden sejak 1991. Keduanya dianggap berperan pada kudeta 1968, yang membawa Partai Baath ke puncak kekuasaan. Berikut adalah tujuh "pengikut setia" Saddam,yang akan diadili bersama-sama:BARZAN IBRAHIM HASSAN AL-TIKRITI: Ditangkap pada 16 April 2003, ia menempati nomor 52 dalam daftar buron yang dikeluarkan pasukan Amerika Serikat.Dikenal temperamen dan misterius, Barzan sempat terlibat perselisihan dengan anggota klan Tikrit (kota kelahitan Saddam) lainnya. Ia juga bersengketa dengan anak tertua Saddam, Uday. Namun, ia selalu bisa kembali ke lingkaran kekuasaan berkat hubungan persaudaraannya dengan Saddam.Posisi formal terakhirnya adalah duta besar Irak untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa, pada 1988-1998. Ia juga koordinator intelijen Irak di Eropa dan mengatur aset-aset Saddam di wilayah itu.Lahir pada 1951, Barzan masih remaja ketika berperan dalam kudeta yang membawa Saddam ke kekuasaan. Ia belajar ilmu hukum dan politik di Universitas Al-Mustansiriyah, Bagdad.Ia didakwa berperan pada pembunuhan massal yang menewaskan 143 penduduk Dujail, sebelah timur laut Bagdad. Orang-orang itu dibunuh sebagai hukuman karena terlibat pada percobaan pembunuhan Saddam yang gagal. TAHA YASSIN RAMADAN. Ditangkap pada 18 Agustus 2003 oleh pasukan khusus Kurdi, sang mantan wakil presiden adalah buron nomor 20 pasukan Amerika. Ia adalah anggota Dewan Komando Revolusi, dan pembantu terdekat Saddam sejak ia bergerak di bawah anah pada 1960-an.Pada 1980, ia memimpin pasukan paramiliter yang dibubarkan saat ia menjadi wakil presiden. Dikenal sebagai pengikut setia Saddam, ia seringkali mewakili sang presiden dalam kunjungan ke luar negeri.Ramadan dituduh telah menerima tangan kanan pemimpin Al-Qaidah Usamah bin Ladin, Ayman al-Zawahari, di Baghdad pada 1998. Ia dua kali selamat dari usaha pembunuhan pada 1997 dan 1999. AWAD AHMAD AL-BANDER AL-SADUN: mantan ketua hakim pengadilan revolusi dan deputi kepala kantor kepresidenan Saddam. ABDULLAH KHADEM RUWEID, MEZHAR ABDULLAH RUWEID, ALI DAEH ALI, dan MOHAMMED AZZAM AL-ALI: mantan pejabat Partai Baath yang bertanggung jawab atas wilayah Dujail, saat terjadi pembunuhan massal pada 1982. AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.