ISIS Penggal Kepala Wanita di Suriah untuk Pertama Kali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah arga Suriah asal kota Ayn al-Arab atau Kobani yang mengungsi akibat diserang oleh Negara Islam (ISIS) di perbatasan Suruc, Turki, 25 Juni 2015. Negara Islam (ISIS) menyerang du kota di Suriah yang menewaskan puluhan orang dengan menggunakan bom mobil. REUTERS/Rodi Said

    Sejumlah arga Suriah asal kota Ayn al-Arab atau Kobani yang mengungsi akibat diserang oleh Negara Islam (ISIS) di perbatasan Suruc, Turki, 25 Juni 2015. Negara Islam (ISIS) menyerang du kota di Suriah yang menewaskan puluhan orang dengan menggunakan bom mobil. REUTERS/Rodi Said

    TEMPO.CO, London - Kelompok Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk pertama kalinya memenggal kepala perempuan di depan umum. Hal tersebut disampaikan oleh sebuah kelompok pemantau HAM Suriah (ONHR) yang berbasis di Inggris pada Selasa, 30 Juni 2015.

    "Ini adalah pertama kalinya ISIS melakukan pemenggalan kepala perempuan, dengan menggunakan pedang di depan umum, terjadi di Suriah," kepala Observatory, Rami Abdel Rahman, seperti yang dilansir Al Jazeera pada Rabu, 1 Juli 2015.

    Menurut Rahman, pemenggalan tersebut dilakukan terhadap dua orang perempuan dalam waktu dan kesempatan yang berbeda. Perempuan pertama yang dipenggal kepalanya, dilakukan di Kota Deir al-Zor di Provinsi Deir Ezzor, Suriah timur. Sementara perempuan yang kedua, juga di provinsi yang sama, tapi di Kota al-Mayadeen.

    Laporan yang disampaikan ONHR tersebut, menyebutkan bahwa tindakan keji tak bermoral yang dilakukan oleh ekstremis ISIS dilakukan pada Minggu, 28 Juni 2015, dan Senin, 29 Juni 2015.

    Kedua perempuan nahas itu, masing-masing dipenggal bersama dengan suaminya. Diketahui ikhwal pemenggalan tersebut disebabkan karena keduanya dituduh telah melakukan praktek ilmu sihir dalam ritual pengobatan tradisional.

    Dalam laporan yang dilansir pada awal pekan ini tersebut, ONHR juga menyampaikan bahwa sejak mendeklarasikan kekhalifahannya, ISIS telah melakukan eksekusi sebanyak 3.027 kali di Suriah. Di antaranya, termasuk 1.787 warga sipil, 74 dari mereka anak-anak.

    Lebih dari setengah dari mereka yang dieksekusi adalah warga sipil dan lebih dari setengah dari warga sipil yang dieksekusi adalah anggota suku Sunni Shaitat, yang memberontak terhadap ISIS di selatan kota Deir Ezzor pada Agustus 2014.

    ISIS dilaporkan sebelumnya telah memenggal pekerja sosial asal Inggris dan Amerika, wartawan Amerika dan Jepang, serta tentara Kurdi dan Suriah.

    AL JAZEERA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.