Senin, 22 Oktober 2018

Karyawati Salon Ini Memotong Rambut Pelanggan tanpa Busana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wig yang terbuat dari rambut alami hasil buatan tangan penata rambut, Marcelo Avatte yang nantinya akan disumbangkan kepada wanita yang sedang menjalani kemoterapi karena mengidap kanker di salon Avatte di Vina del Mar, Chilie, 8 August 2014. REUTERS

    Sejumlah wig yang terbuat dari rambut alami hasil buatan tangan penata rambut, Marcelo Avatte yang nantinya akan disumbangkan kepada wanita yang sedang menjalani kemoterapi karena mengidap kanker di salon Avatte di Vina del Mar, Chilie, 8 August 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow – Kepolisian Rusia tengah menyelidiki sebuah salon yang diketahui memberikan layanan potong rambut oleh sejumlah pegawai wanita dalam keadaan tanpa busana.

    Layanan spesial yang bertarif 50 pound (Rp 1 juta) atau dua kali lipat dari harga potong rambut biasa ini diketahui oleh polisi setelah sejumlah pelanggan pria yang mabuk secara tak sengaja masuk ke sekolah untuk anak-anak autis, yang terletak di sebelah salon tersebut.

    Ludmila Mihailova, kepala sekolah tersebut, mengatakan, “Kami tak bisa lagi membiarkan anak-anak bermain di taman. Begitu banyak pria mabuk yang berusaha masuk ke gedung sekolah kami.”

    Antrean yang terjadi di depan salon tersebut juga mengundang kecurigaan pihak kepolisian. Seorang polisi, yang menyamar dengan membawa kamera tersembunyi, mengunjungi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti. 

    Ia menemukan adanya layanan yang bisa dipilih seusai keinginan. Misalnya, seorang pelanggan bisa membayar sekitar 100 pound (Rp 2 juta) agar ia dan gadis yang memotong rambutnya bisa sama-sama melepas busana mereka. 

    Polisi bernama Sergey Voronov itu mengatakan, “Begitu kita masuk, kita akan dihampiri seorang gadis yang menawarkan secangkir kopi dan menggoda kita. Kemudian lampu-lampu diredupkan. Mereka melakukan pedikur dan manikur, juga memotong rambut.”

    “Semakin lama kita duduk di situ, semakin banyak kita harus membayar,” ujarnya. 

    Hingga saat ini penyelidikan masih berlanjut.   

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.