Roket NASA Dragon SpX-7 Meledak di Udara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat kargo tanpa awak Dragon di Cape Cenavaral, Florida, 29 Juni 2015. Dua menit setelah meluncur roket meledak dan menghancurkan pesawat Dragon. AP/John Raoux

    Peluncuran roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat kargo tanpa awak Dragon di Cape Cenavaral, Florida, 29 Juni 2015. Dua menit setelah meluncur roket meledak dan menghancurkan pesawat Dragon. AP/John Raoux

    TEMPO.CO, Washington DC - Roket tak berawak pembawa bahan bakar milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), SpaceX, meledak Minggu, 28 Juni 2015, setelah beberapa menit meluncur ke udara. Roket bernama Naga SpX-7 tersebut membawa sejumlah kebutuhan logistik ke stasiun luar angkasa (International Space Stasion atau ISS).

    Sebuah video di Instagram yang diunggah oleh akun @airlineflyer menunjukkan roket meledak dalam hitungan menit dan hancur berkeping-keping. Serpihan roket jatuh ke Samudera Atlanatik.

    Administrator NASA, Charles Bolden, menyayangkan peristiwa ini. Meski begitu, ia yakin para astronot tetap selamat dan memiliki cadangan kebutuhan yang cukup selama beberapa bulan ke depan di luar angkasa.

    "Kami akan selidiki apa yang terjadi dengan SpaceX, memecahkan masalahnya, dan terbang lagi," kata Bolden, seperti yang dilansir The Guardian, Minggu, 28 Juni 2015.

    Manager Program Stasiun Luar Angkasa NASA Michael Suffredini mengatakan roket tersebut membawa lebih dari 2 ton barang, termasuk 1.500 pounds makanan dan kebutuhan para astronot.

    Menurut dia, meledaknya roket membuat tim kehilangan adaptor dan sistem radio. Adaptor digunakan untuk persiapan misi-misi komersial. Rencananya roket akan kembali ke bumi dengan membawa 675 kilogram barang.

    "Kami telah kehilangan beberapa perangkat hasil penelitian, tapi kami harus perbaiki itu," kata Suffredini.

    Roket Dragon SpX-7 didorong dari pesawat Falcon 9. Roket ini milik pengusaha teknologi Elon Musk. Setelah kejadian, Musk akan mengecek kesalahan yang terjadi pada pesawatnya. "Kami akan kumpulkan data secepatnya," kata dia. Investigasi diperkirakan selesai kurang dari setahun.

    THE GUARDIAN | PUTRI A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.