Diminta Mesir, Jerman Tahan Jurnalis Aljazeera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Fadi Al-Assaad

    REUTERS/Fadi Al-Assaad

    TEMPO.CO, Kairo - Seorang jurnalis stasiun penyiaran Aljazeera ditahan oleh petugas keamanan di bandar udara Berlin, Jerman, Sabtu, 20 Juni 2015, atas permintaan otoritas Mesir. Penahanan itu diduga terkait dengan kerusuhan di Kairo.

    Menurut keterangan pengacara internasional, Saad Djebbar, kepada kantor berita Reuters, salah seorang jurnalis senior saluran televisi berbahasa Arab Aljazeera, Ahmed Mansour, tiba-tiba  ditangkap petugas keamanan di Jerman.

    Juru bicara Kepolisian Federal Jerman membenarkan bahwa pihaknya telah menahan seorang pria berusia 52 tahun di lapangan terbang Berlin pada pukul 13.20 GMT menyusul permintaan dari otoritas Mesir.

    Pengadilan kriminal Kairo menghukum Mansour, yang memiliki dua kewarganegaraan: Mesir dan Inggris, 15 tahun bui dalam sebuah peradilan in absentia tahun lalu. Dia didakwa bersalah karena menyiksa seorang pengacara di Lapangan Tahrir pada 2011.

    Menurut Aljazeera, tudingan itu salah alamat dan merupakan cara pemerintah membungkam Mansour. "Ini adalah sebuah perkembangan yang sangat serius," kata Djebbar. "Kami tahu bahwa Mesir sedang membuat jebakan terhadap jurnalis kami dan itu telah terjadi."

    Djebbar menuturkan, Mansour ditahan ketika dia akan terbang dengan Qatar Airways dari Berlin menuju Doha.

    Otoritas Mesir menuduh Aljazeera sebagai corong Al-Ikhwan Al-Muslimun. Menurut Mesir, Qatar adalah negeri yang memberikan dukungan terhadap Mohamed Mursi, Presiden Mesir yang digulingkan oleh militer pada Juli 2013.

    Pada Februari 2015, Mesir membebaskan jurnalis Aljazeera, Peter Greste, setelah dia ditahan selama 400 hari dalam kerangkeng besi dengan tudingan terlibat dalam gerakan kelompok teroris.

    AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN

       


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.