Indonesia Perlu Contoh Aksi Cepat Thailand Tangani MERS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menggunakan masker untuk mencegah terkena virus MERS saat menyiapkan makanan di pasar di Bangkok, Thailand, 19 Juni 2015. CHRISTOPHE ARCHAMBAULT/AFP/Getty Images

    Seorang pedagang menggunakan masker untuk mencegah terkena virus MERS saat menyiapkan makanan di pasar di Bangkok, Thailand, 19 Juni 2015. CHRISTOPHE ARCHAMBAULT/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu orang pasien asal Oman yang berada di Thailand positif terinfeksi Middle East respiratory syndrome (MERS). Atas temuan itu, pemerintah Thailand langsung bertindak cepat untuk mencegah penyebaran lebih luas.

    Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan‎‎‎ Tjandra Yoga Aditama mengatakan semua negara, termasuk Indonesia, harus meniru langkah cepat Thailand bila menemukan kasus MERS. "Thailand langsung melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit," kata Tjandra melalui keterangan tertulis, Minggu, 20 Juni 2015.

    Thailand, ucap Tjandra, langsung melakukan karantina pada 59 orang yang pernah kontak dengan pasien positif MERS tersebut. Pasien itu sebelumnya datang ke Thailand untuk berobat dan langsung menuju rumah sakit dari bandara. Mereka yang dikarantina adalah tiga anggota keluarga pasien, petugas kesehatan yang menangani pasien, sopir taksi yang membawa pasien dari bandara, penumpang yang duduk dua baris depan dan belakang pasien di pesawat, serta seluruh awak pesawat.

    Selain itu, Thailand juga langsung mengaktifkan Emergency Operation Center. Sebelum kasus ini, sepanjang 2015 Thailand sudah pernah memeriksa 36 MERS-CoV, semua uji laboratorium menunjukkan hasil negatif.‎

    Pasien dari Oman mengeluh sakit sejak 10 Juni 2015. Dia datang ke Thailand untuk berobat pada 15 Juni 2015. Pasien langsung dibawa ke rumah sakit dan dimasukkan dalam ruang isolasi. Tindakan ini tak terjadi di Korea Selatan pada kasus pertama di mana pasien baru pulang dari Arab Saudi. Epidemi MERS segera menyebar luas di negeri ginseng itu.

    Pasien Thailand awalnya masih dirawat dengan diagnosis pneumonia. Setelah tiga hari, baru lah dilakukan pemeriksaan dahak yang mengarah pada gejala MERS. Uji laboratorium menunjukkan hasil positif.

    Dengan temuan MERS di Thailand, WHO mencatat ada 1.334 kasus MERS di 26 negara. Sebanyak 471 di antaranya berujung pada kematian.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.