Di Thailand, 175 Orang Terkena MERS: Bisa Menyebar ke RI?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan Thailand menggunakan alat pelindung saat menuju ruangan isolasi pria 75 tahun yang dikarantina akibat terkena virus MERS bersama dengan tiga anggota keluarganya di Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute, Thailand, 19 Juni 2015. Thailand mengkonformasi untuk pertama kali warganya terjangkit virus MERS yang mematikan. AP/Sakchai Lalit

    Petugas kesehatan Thailand menggunakan alat pelindung saat menuju ruangan isolasi pria 75 tahun yang dikarantina akibat terkena virus MERS bersama dengan tiga anggota keluarganya di Bamrasnaradura Infectious Diseases Institute, Thailand, 19 Juni 2015. Thailand mengkonformasi untuk pertama kali warganya terjangkit virus MERS yang mematikan. AP/Sakchai Lalit

    TEMPO.CO , Bangkok:Pemerintah Thailand menyatakan 175 orang telah terjangkit MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Kementerian Kesehatan Thailand menjelaskan, 175 orang yang terjangkit MERS telah diminta untuk menjauhi ruang publik dan kondisi kesehatan mereka akan dipantau.

    Saat ini, menurut Kementerian Kesehatan Thailand pada hari Sabtu, 20 Juni 2015, kondisi mereka yang terjangkit MERS tersebut mulai membaik.

    Penyakit mematikan ini pertama kali ditemukan di Arab Saudi dan telah menewaskan 24 orang.

    Di Korea Selatan, sebanyak 166 orang terjangkit dalam tiga bulan terakhir.  Korea Selatan memastikan dalam 16 hari terakhir, tidak ada lagi kasus kematian akibat serangan MERS.

    Sebelumnya Menteri Kesehatan Thailand Rajata Rajatanavin mengatakan, peluang MERS merebak di Thailand masih rendah.

    " Petugas kesehatan mampu mengisolasi pasien itu dengan sangat cepat sebelum dia mampu melakukan perjalanan dan menulari orang lain. Pasien itu menghabiskan sebagian besar watkunya di rumah sakit," kata Rajata tentang pasien pertama terinfeksi MERS.


    Mengantisaspi penyebaran yang cepat itu, Pemerintah Indonesia pun waspada. "Artinya, setiap negara harus bangun dan mempersiapkan diri menghadapi penularan MERS, termasuk Indonesia," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama melalui pesan pendek, Jumat, 19 Juni 2015.

    Tjandra menyebut Thailand telah melaporkan temuan kasus MERS CoV pada Kamis, 18 Juni 2015. Padahal angka kematian MERS CoV di Korea hingga kemarin menjadi 12,27 persen. Angka tersebut naik dibandingkan dengan angka kematian akibat MERS CoV di Korea yang selalu di bawah 10 persen. Selama ini, angka di bawah 10 persen dianggap relatif lebih baik. Ketika mencapai 12,27 persen, angka kematian MERS di Korea masuk kategori ambang batas angka psikologis.

    Kementerian Kesehatan telah menyiapkan langkah strategis guna mencegah MERS masuk ke Indonesia. Di antaranya, menyiapkan seratus rumah sakit rujukan yang dulu disiapkan untuk menangani penderita ebola dan flu burung. 


    REUTERS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.