Qatar Desak Mesir Bebaskan Presiden Mursi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung Ikhwanul Muslimin membawa poster mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi saat protes terhadap keputusan pengadilan di Istanbul, Turki, 16 Juni. REUTERS/Murad Sezer

    Sejumlah pendukung Ikhwanul Muslimin membawa poster mantan Presiden Mesir Mohamed Mursi saat protes terhadap keputusan pengadilan di Istanbul, Turki, 16 Juni. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO.CO, Doha - Qatar menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas keputusan pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati kepada presiden dari kalangan Islam, Muhammad Mursi. Qatar juga menuntut pembebaan Mursi.

    "Doha mendesak agar Mursi, presiden yang dipilih secara demokratis, dibebaskan," demikian bunyi pernyataan Emir yang diterima kantor berita Qatar, Rabu, 18 Juni 2015.

    Pengadilan Mesir, Selasa, 17 Juni 2015, menjatuhkan hukuman mati kepada Mursi karena dianggap turut serta dalam penyerbuan penjara dan penyerangan polisi selama masa kerusuhan di Mesir pada 2011.

    Mursi juga dijatuhi hukuman seumur hidup lantaran dituding terlibat dalam spionase untuk kepentingan Iran dan kelompok militan Islam, Hamas, serta sejumlah pemimpin gerakan yang berada di Qatar.

    "Hukuman mati yang dijatuhkan terhadap lawan politik di Mesir dapat membahayakan keamanan dan stabilitas negeri itu, serta menutup pintu rekonsiliasi," kata Qatar.

    Persahabatan Doha dengan Kairo terputus akibat dukungan Qatar terhadap Mursi, yang didongkel kekuasaannya oleh militer pada Juli 2013. Dukungan tersebut memicu krisis di Timur Tengah karena negara-negara Teluk, yakni Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, mendukung Al-Sisi, saingan Mursi.

    AHRAMONLINE | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.