Terlibat Skandal, Raja Spanyol Cabut Gelar Putri Cristina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Spanyol, Cristina. AP/Manu Fernandez

    Putri Spanyol, Cristina. AP/Manu Fernandez

    TEMPO.COMadrid - Raja Spanyol Felipe VI mengeluarkan perintah mencabut gelar kebangsawanan yang melekat pada adik perempuannya, Putri Cristina. Pencabutan gelar Duchess of Palma de Mallorca pada Cristina itu dilakukan setelah sang putri diduga terlibat skandal penggelapan pajak yang memalukan pada tahun lalu.

    "Jurnal resmi negara (pada Jumat) akan menerbitkan dekrit kerajaan yang menyatakan Raja akan mencabut penggunaan gelar Duchess of Palma de Mallorca oleh Royal Highness Infanta Cristina," bunyi pernyataan yang dirilis istana, seperti dilansir Time pada 12 Juni 2015.

    Sang putri dituduh berkolusi dengan suaminya, Inaki Urdangarin, mantan pemain bola tangan Olimpiade, dalam skema penggelapan pajak sekitar US$ 6.600.000 (Rp 88 miliar) dana publik.

    Gelar Duchess of Palma de Mallorca itu diberikan pada Cristina oleh ayahnya pada pernikahannya tahun 1997 dengan Inaki Urdangarin, yang telah dituduh melakukan penipuan dan penggelapan dana publik menyusul penyelidikan terhadap lembaga amalnya, Noos Foundation.

    Langkah tegas raja berusia 47 tahun yang dinobatkan hampir setahun lalu setelah ayahnya, Juan Carlos, turun takhta itu merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali citra monarki yang ternoda oleh skandal.

    Dengan penetapan status menjadi tersangka, Putri Christina ditetapkan menjadi anggota pertama keluarga kerajaan yang diadili sejak monarki dipulihkan di Spanyol pada 1975.

    Akhir tahun lalu, pasangan serta 15 orang lain diperintahkan untuk diadili. Hingga kini, belum ada tanggal penetapannya. Meskipun hal ini diharapkan ditetapkan pengadilan pada semester kedua tahun ini.

    Namun pengacara Cristina bersikeras bahwa sang putri tidak bersalah dan telah ditipu suaminya, yang bertanggung jawab dalam mengurus keuangan keluarga.

    TIME|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.