Pria Ini Punya Trik Naik Taksi Gratis, Begini Caranya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi

    ilustrasi

    TEMPO.COBeijing - Lazimnya, banyak orang takut kepada polisi. Gambaran aparat penegak hukum yang lekat dengan wajah garang dan siap dengan pentungan atau borgol cukup membuat banyak orang gentar. Namun itu tak berlaku bagi seorang pria asal Zhuhai, Provinsi Guangdong. Polisi diketahui kerap berbaik hati, terutama bagi mereka yang ditimpa kemalangan.

    "Kemurahan hati polisi" itulah yang dimanfaatkan pria yang hanya diidentifikasi dengan nama depan Li ini. Li mengadu kepada polisi dan mengaku kehilangan dompet sehingga tidak punya uang untuk pulang ke rumah. Rupanya, siasat itu dipakai Li belasan kali sebelum akhirnya kena batunya.

    Senin lalu, Li diketahui melapor ke pos polisi Nanxi, Zhuhai, bahwa dompetnya kecopetan di bus kota. Namun petugas yang menerima laporan merasa curiga karena Li begitu familier dengan prosedur polisi. Polisi pun membuka database. Dari situ terungkap bahwa Li telah melaporkan kehilangan dompet 18 kali di 15 pos polisi yang berbeda sejak Maret lalu.

    "Li pun mengaku semua itu palsu," kata polisi. Li mengaku sengaja mengarang cerita kecopetan untuk mendapatkan uang. Dengan berpura-pura tidak punya uang, menurut Li, banyak polisi memberikan dia ongkos pulang untuk naik taksi. "Li akhirnya diganjar hukuman 10 hari penjara dan denda 500 yuan (sekitar Rp 1 juta) karena mengajukan 18 laporan palsu kepada polisi," demikian Guangzhou Daily melaporkan, Selasa, 9 Juni 2015.

    GLOBAL TIMES | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.