Buang Hajat di Toilet Umum di Kota Ini Malah Dikasih Duit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak sedang mencuci pakaian dengan di Sungai Brahmaputra di Gauhati, India (12/12). Ini merupakan suatu pekerjaan yang telah ada selama beberapa generasi dengan penghasilan saat ini 65-81 sen dolar AS per kain. AP/Anupam Nath

    Seorang anak sedang mencuci pakaian dengan di Sungai Brahmaputra di Gauhati, India (12/12). Ini merupakan suatu pekerjaan yang telah ada selama beberapa generasi dengan penghasilan saat ini 65-81 sen dolar AS per kain. AP/Anupam Nath

    TEMPO.CO , New Delhi: Sebuah kota di India yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengkampanyekan buang air di toilet bagi penduduknya, akhirnya menemukan solusi.

    Solusi yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Ahmedabad adalah membayar orang untuk menggunakan toilet umum dalam upaya untuk memerangi buang air kecil dan buang air besar di sembarang tempat.

    Ahmedabad Municipal Corporation telah memutuskan untuk memberikan warga satu rupee (Rp 200), setiap kali mereka menggunakan fasilitas toilet umum. Uang tersebut diberikan sebagai upaya untuk menarik mereka ke 300 toilet umum dan menjauhkan mereka dari daerah terbuka dan dinding publik yang sering berbau pesing lantaran banyak warga yang kencing sembarangan.

    "Ide di balik proyek ini adalah untuk mencegah buang air besar dan kecil di sembarang tempat di bagian kota di mana orang, walaupun memiliki toilet umum, tetapi masih buang air besar dan kecil di tempat terbuka," kata seorang pejabat seperti yang dilansir Time pada 10 Juni 2015.

    Petugas kesehatan AMC, Bhavikk Joshi, mengatakan tawaran itu akan diujicobakan di 67 fasilitas umum di Ahmedabad, kota utama di negara bagian Gujarat barat, di mana petugas akan memberikan koin untuk setiap pengguna.

    "Setelah sukses, proyek ini akan dilaksanakan di seluruh 300 toilet umum di Ahmedabad," kata Joshi pada Senin.

    Langkah ini merupakan upaya terbaru untuk memotivasi orang untuk menggunakan toilet setelah Pemerintah India mengumumkan kebersihan berkendara tahun lalu yang diperjuangkan oleh Perdana Menteri Narendra Modi.

    Banyak orang di India menganggap toilet tidak higienis dan lebih memilih untuk jongkok di tempat terbuka. Mereka percaya itu lebih sehat untuk buang air besar jauh dari rumah.

    UNICEF memperkirakan bahwa hampir 594 juta orang—atau hampir setengah dari populasi India—buang air besar di tempat terbuka. Di daerah pedesaan itu suasananya kotor dan miskin.

    Kurangnya toilet dan masalah sanitasi lainnya menyebabkan masalah kesehatan yang besar di India dengan menyebabkan penyakit, seperti diare.

    TIME | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.