Gempa Kinabalu, Jumlah Korban Tewas Jadi 11 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis dievakuasi dari Gunung Kinabalu yang mengalami gempa 5.9 SR di Kundasang, Sabah, Malaysia, 5 Juni 2015. Source via AP

    Turis dievakuasi dari Gunung Kinabalu yang mengalami gempa 5.9 SR di Kundasang, Sabah, Malaysia, 5 Juni 2015. Source via AP

    TEMPO.COKuala Lumpur - Gempa berkekutan 6 skala Richter yang melanda Malaysia timur pada Jumat pagi, 5 Juni 2015, telah menyebabkan sedikitnya 11 orang tewas dan delapan lainnya dinyatakan hilang. 

    Baik korban tewas maupun yang masih hilang merupakan pendaki Gunung Kinabalu. Gempa tersebut menyebabkan gunung yang menjadi salah satu tujuan wisata populer di Malaysia tersebut mengalami tanah longsor. Walhasil, batu-batu dari gunung itu menimpa para pendaki.

    Jumlah korban tewas dinyatakan bertambah setelah tim search and rescue menemukan sembilan korban tambahan, setelah semalam dua mayat dibawa turun dari gunung tertinggi di Asia Tenggara tersebut.

    Dua orang yang ditemukan tewas tadi malam diidentifikasi sebagai pemandu lokal berusia 30 tahun dan siswi sekolah asal Singapura berusia 12 tahun yang sedang melakukan study tour ke Kinabalu.

    Menurut Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Sabah Datuk Seri Masidi Manjun, keberadaan delapan pendaki masih belum terdeteksi hingga saat ini. Adapun identitas mayat yang ditemukan hari ini belum diidentifikasi.

    "Tim forensik Polis Diraja Malaysia sudah tiba di sini untuk mengidentifikasi mereka. Pernyataan lebih lanjut akan dikeluarkan kepolisian nanti," ucapnya seperti dilansir Bernama pada Sabtu, 6 Juni 2015.

    "Pernyataan akan dikeluarkan ketika tugas mengidentifikasi para korban sudah diselesaikan," kata Masidi. Dia juga mengatakan saat ini anggota tim search and rescue sedang berupaya mencari korban hilang.

    Sekitar 60 penyelamat dan empat helikopter diturunkan untuk menyisir Gunung Kinabalu. Sebab batu-batu yang berjatuhan selama gempa telah memblokade sebagian rute utama pendakian.

    Guncangan akibat gempa bumi yang melanda Ranau semalam turut dirasakan penduduk sejumlah daerah lain, seperti Tambunan, Tuaran, Kinabalu, dan Belud. Gempa juga merusak jalan dan bangunan, termasuk sekolah dan rumah sakit, di pantai barat Sabah.

    Adapun hari ini ada laporan salah satu batu kembar di puncak Gunung Kinabalu yang dikenal sebagai Donkey's Ears telah runtuh. Getaran lemah masih terdeteksi sampai lewat tengah malam tadi.

    BERNAMA | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.