Australia Sita Daging dari Asia Tenggara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sidney: Australia menyita daging unggas impor karena khawatir dengan merebaknya virus flu burung dari Asia Tenggara. "Kami menyita beberapa ton daging unggas dan bahan makanan serta barang-barang dari negara-negara yang dicurigai berisiko," kata Menteri Bea Cukai Chris Ellison, Minggu (25/9). Penyitaan dilakukan bila otoritas meragukan kesehatan daging impor.Ellison tidak merinci negara asal daging yang disita. Ia hanya meyakinkan kepada masyarakat Australia dan meminta agar tak panik menghadapi flu burung. "Bea cukai dan karantina telah dilatih untuk waspada sehubungan dengan isu ini," kata dia.Ia mengatakan yakin pemerintah dapat menangani flu burung. "Kami telah mengatasi SARS (sindrom pernapasan akut), kami telah mengatasi (penyakit) kaki dan mulut (pada ternak)," ujar Ellison. Sejak 2003, flu burung tercatat telah menewaskan 63 orang, dan kini terdeteksi di 11 negara. Para ahli meramalkan bahwa irus ini dapat menyebabkan pandemi global, yang mengancam jutaan nyawa bila virus H5N1 bermutasi. Mutasi itu dikhawatirkan mampu menyebabkan virus dapat menular dari manusia ke manusia.Perdana Menteri John Howard juga telah mendukung inisiatif Amerika Serikat untuk meningkatkan kerjasama internasional mengatasi flu burung. Australia menganggarkan Australia$ 160 juta (US$ 123 juta) selama lima tahun ini untuk persiapan menghadapi pandemi nasional. AFP/Ibnu Rusydi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.