Sistem Penamaan Badai di Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk memudahkan masyarakat mengidentifikasi badai, Pusat Badai Nasional Amerika Serikat menggantikan sistem lama yang menggunakan koordinat peta dengan nama-nama orang suci, terutama para santa (wanita suci dalam Gereja Katolik). Sistem ini berlaku mulai 1959. Hari kelahiran seorang santa yang bertepatan, atau terdekat, dengan terjadinya badai ditetapkan sebagai nama badai. Cara ini lama-kelamaan dianggap diskriminatif, sehingga mulai 1979 dimasukkan juga nama para santo (pria suci) secara berselang-seling berdasarkan urutan abjad. Kini, wewenang memberikan nama dipegang oleh Organisasi Meteorologi Dunia, yang mengeluarkan daftar tahunan sebagai berikut. Nama Badai 2005Arlene Bret Cindy Dennis Emily Franklin Gert Harvey Irene Jose Katrina Lee Maria Nate Ophelia Philippe Rita Stan Tammy Vince Wilma Sistem penamaan badai dirotasi setiap enam tahun sehingga daftar ini akan digunakan lagi pada 2011, dengan perkecualian badai paling mematikan akan dikeluarkan dari daftar. Katrina tampaknya menjadi calon utama yang akan tersingkir enam tahun lagi, seperti Floyd dan Lenny yang ada di daftar 1999 namun tahun ini "pensiun" digantikan Franklin dan Lee. Musim Badai AtlantikMusim badai tahun ini berlangsung dari 1 Juni hingga 30 November 2005. Dimulai oleh badai Arlene pada 8 Juni, kerusakan yang lebih dahsyat mulai terjadi setelah serangan Dennis yang memporak-porandakan Haiti, Kuba, dan Florida. Setelah Katrina, berturut-turut terjadi Lee (28 Agustus dari Kepulauan Antilles Kecil), Maria (1 September, Kepulauan Leeward), Nate (5 September, Bermuda), dan Ophelia (7 September, Bahama). Setelah Ophelia, badai akan diberi nama Philippe sampai Wilma. Jika setelah Wilma badai berlanjut, akan digunakan alfabet Yunani mulai dari alpha, beta, sampai gamma dan seterusnya sebagai nama badai. Skala Saffir-SimpsonSkala badai Saffir-Simpson diciptakan pada 1969 oleh insinyur sipil Herbert Saffir dan Direktur Pusat Badai Nasional Robert Simpson. Skala ini hanya digunakan untuk mengukur tingkat kerusakan yang ditimbulkan badai yang muncul di Samudra Atlantik dan bagian Utara Samudra Pasifik. Terinspirasi oleh skala Richter untuk gempa bumi, Saffir menggunakan skala 1-5 berdasarkan kecepatan angin untuk memperkirakan kerusakan. Skala ini disempurnakan Simpson, yang menambahkan lonjakan badai (storm surge) yang muncul akibat terpaan angin di atas lautan yang menimbulkan ketinggian ombak di atas keadaan normal. Tempo/Akmal Nasery Basral

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.