Korea Utara Setuju Hentikan Program Senjata Nuklir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Beijing: Perundingan enam negara yang membahas program nuklir Korea Utara, Senin (19/9), berakhir dengan happy ending. Korea Utara akhirnya bersedia menghentikan semua program nuklirnya, ditukar dengan janji bantuan kemanusiaan dan keamanan dari dunia internasional. Perundingan enam negara itu diikuti oleh Korea Utara, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, dan tuan rumah Cina. Hasil perundingan putaran keempat yang dimulai sejak Selasa (13/9) pekan lalu, tergolong paling menjanjikan dibandingkan putaran-putaran sebelumnya."Inilah hasil paling penting sejak perundingan enam negara dimulai dua tahun lalu," kata ketua delegasi Cina, Wu Dawei, sesaat setelah keputusan yang dituangkan dalam bentuk perjanjian itu dibacakan. Perjanjian itu juga menyebutkan Amerika Serikat bersedia menghormati kedaulatan Korea Utara dan mengurungkan niatnya melancarkan serangan militer. Sikap keras Amerika Serikat inilah yang selalu menjadi alasan Pyongyang mengancam untuk membuat senjata nuklir. Berdasarkan perjanjian tersebut, Korea Utara akan menghentikan semua program nuklirnya dan kembali ke Pakta Nonproliferasi Nuklir (NPT) serta mengizinkan tim inspeksi nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa memasuki negeri itu. Sebagai imbal balas, kelima negara yang lain setuju mengakui hak Korea Utara, selaku penandatangan NPT, untuk memiliki energi nuklir guna kebutuhan damai. Mereka berjanji meninjau kebutuhan Pyongyang akan pembangkit listrik tenaga nuklir pada waktu yang tepat. Keenam negara juga sepakat bahwa perjanjian itu baru tahap awal dan akan dibicarakan lagi dalam pertemuan, November mendatang. Ini demi menghindari aksi sepihak dari Amerika yang berniat menyeret Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB. AFP|BBC|DEDDY SINAGA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.