Setelah Bunuh Paman, Kim Jong-un Racun Bibinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) memimpin pertemuan operasi darurat mengenai kemampuan tembak Pasukan Roket Strategis Tentara Rakyat Korea di Komando Tertinggi, Pyongyang, (29/3). Korea Utara menempatkan roket untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan dan Pasifik. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) memimpin pertemuan operasi darurat mengenai kemampuan tembak Pasukan Roket Strategis Tentara Rakyat Korea di Komando Tertinggi, Pyongyang, (29/3). Korea Utara menempatkan roket untuk menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan dan Pasifik. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Seoul - Catatan kekejaman pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, dibongkar oleh seorang mantan pejabat senior negara itu. Pria bermarga Park itu memiliki sejumlah keluarga dan teman yang masih tinggal di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Park mengungkapkan Kim Jong-un memerintahkan agar bibinya diracun.

    "Pada 5 Mei atau 6 Mei tahun lalu," kata Park seperti dikutip dari CNN, 12 Mei 2015.
    Kim Jong-un memerintahkan pembunuhan terhadap bibinya, Kim Kyong-hui, yang selama berbulan-bulan marah-marah karena suaminya dibunuh pada Desember 2013. (Baca: Penasaran Paras Istri Kim Jong-Un? Begini Penampakannya)

    Jang Song-thaek, suami Kim Kyong-hui yang juga pejabat tinggi Korea Utara, disebut dibunuh atas perintah Kim Jong-un karena diduga akan melakukan kudeta.

    Menurut Park, hanya  pengawal pribadi Kim Jong-un di unit 974 yang tahu tentang pembunuhan Kim Kyong-hui. Saat ini, ujar dia, sudah banyak pejabat senior Korea Utara yang mengetahui pembunuhan perempuan itu.

    CNN | MARIA RITA

    Berita Lainnya
    Eksekusi Mati di Korea Utara, Tahanan Hancur Seperti Bubuk
    Rekrut Wanita Cantik, Kim Jong-un Bentuk Pasukan Kenikmatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.