Bahasa Cina Paling Banyak Digunakan di Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Seorang warga membersihkan dan mencuci sebuah papan pengumumuan bertuliskan huruf Cina di Klenteng Hong San Kiong, di Jombang, Jawa Timur, 13 Februari 2015. Klenteng Hong San Kiong yang berdiri pada abad ke 17 ini menjadi klenteng tertua di Jombang dan merupakan simbol asimilasi antara warga pribumi dan pendatang etnis Tionghoa di Jombang. TEMPO/Fully Syafi

    Seorang warga membersihkan dan mencuci sebuah papan pengumumuan bertuliskan huruf Cina di Klenteng Hong San Kiong, di Jombang, Jawa Timur, 13 Februari 2015. Klenteng Hong San Kiong yang berdiri pada abad ke 17 ini menjadi klenteng tertua di Jombang dan merupakan simbol asimilasi antara warga pribumi dan pendatang etnis Tionghoa di Jombang. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Ryadh - King Abdullah International Center for Arabic Language (KAICAL) mengutip sebuah laporan yang menyebutkan bahasa Cina digunakan paling luas di dunia. Meski demikian, bahasa Inggris paling banyak dipakai di berbagai negara.

    Menurut hasil penelitian Profesor Ulrichh Ammon, guru besar bahasa di Universitas Duesseldorf, Jerman, selama 15 tahun, ternyata bahasa Cina digunakan 1,39 miliar penduduk bumi dengan berbagai dialek.

    Sedangkan bahasa Urdu menempati posisi kedua, yakni dipakai 588 juta orang, disusul bahasa Inggris dengan jumlah pemakai 527 juta. Adapun bahasa Arab, yang digunakan 467 juta orang, di posisi keempat. Urutan berikutnya adalah bahasa Spanyol yang digunakan 389 juta penutur, diikuti bahasa Bengali 250 juta orang.

    Dalam laporannya, The Washington Post menyebutkan bahasa Rusia digunakan 254 juta orang, kemudian bahasa Portugis 193 juta penutur, Jerman 132 juta orang, Jepang 123 juta pemakai, Prancis 118 juta penutur, dan Italia 67 juta orang. 

    Mengenai penggunaan bahasa di negara-negara di dunia, bahasa Inggris menempati posisi tertinggi. Bahasa Inggris digunakan di 101 negara, disusul bahasa Arab di 60 negara, Prancis di 51 negara, Cina di 33 negara, Spanyol di 31 negara, Persia di 29 negara, Jerman di 18 negara, Rusia di 16 negara, Melayu di 13 negara, dan Portugis di 12 negara.

    ARAB NEWS | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Semeru: Fakta dan Data...

    Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanis pada 4 Desember 2021. Erupsi Semeru kali ini diduga akibat curah hujan tinggi dan sejumlah faktor.