Katrina Bayangi Peringatan Tragedi 911

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, New York: Segala aktivitas di New York, Minggu (11/9), akan berhenti beberapa saat untuk mengenang tragedi empat tahun lalu. Namun, peringatan teror yang menghancurkan gedung kembar World Trade Center itu kini dibayangi kematian dan kehancuran akibat badai Katrina.Empat tahun lalu, dua pesawat yang dibajak dipakai untuk menghancurkan gedung WTC. Satu pesawat ditabrakkan ke gedung Departemen Pertahanan, Pentagon. Adapun satu pesawat lain, yang diduga ditujukan ke Gedung Putih, jatuh di Pennsilvania.Peringatan dilakukan di bekas gedung WTC, yang dikenal sebagai Ground Zero. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice akan hadir dalam peringatan, bersama dengan Gubernur New York George Pataki serta Walikota New York Michael Bloomberg. Peringatan dimulai dengan semenit mengheningkan cipta pada pukul 8.46 waktu setempat (19.46 Wib), waktu ketika pesawat pertama menabrak Menara Utara.Prosesi peringatan tragedi 911 akan dilakukan dengan membacakan 2.749 korban yang tewas di WTC oleh saudara-saudara mereka. Tahun lalu, pembacaan dilakukan oleh orang tua atau kakek dan nenek. Adapun pembacaan korban pada 2003 dilakukan oleh anak-anak mereka.Pembacaan korban akan tiga kali dihentikan dengan semenit mengheningkan cipta, yakni pukul 9:03 (20.03 Wib) guna mengenang serangan ke Menara Selatan, pukul 9:59 (20.59 Wib) untuk runtuhnya Menara Selatan, dan 10:29 (21.29 Wib) untuk hancurnya Menara Utara.Tahun ini, perhatian masyarakat Amerika juga tertuju pada ribuan orang yang tewas dan sejuta orang kehilangan tempat tinggal akibat Badai Katrina. Dalam pidatonya di radio, Sabtu (10/9), Presiden George W. Bush menyatakan: "Hari ini, Amerika menghadapi musibah lain yang membuat kerusakan dan kematian. Kini, kehancuran tidak dibuat oleh manusia-manusia setan, tapi oleh amuk air dan angin." AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.