Duo Bali Nine Segera Dieksekusi, Ini Kata Bishop

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menlu Australia Julie Bishop (tengah), berbicara dengan Menlu Cina Wang Yi (kedua kanan), dan Menlu Kanada John Baird (kiri), pada pertemuan menteri di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Cina National Convention Centre (CNCC), Beijing, Cina, 7 November 2014. AP/Greg Baker

    Menlu Australia Julie Bishop (tengah), berbicara dengan Menlu Cina Wang Yi (kedua kanan), dan Menlu Kanada John Baird (kiri), pada pertemuan menteri di Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Summit di Cina National Convention Centre (CNCC), Beijing, Cina, 7 November 2014. AP/Greg Baker

    TEMPO.CO, Canberra - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop telah berbicara kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terkait dengan eksekusi duo Bali Nine. Pembicaraan tersebut untuk pertama kalinya sejak duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, diberi pemberitahuan 72 jam mereka akan eksekusi.

    Seperti yang dilansir The Guardian pada Ahad, 26 April 2015, kepada awak media juru bicara Kementerian Luar Negeri Australia mengatakan bahwa Julie Bishop baru kembali dari Brussels. Bishop berbicara kepada Retno pada Minggu tentang masih ada proses hukum yang bisa ditempuh sebelum eksekusi diambil.

    "Masih ada langkah hukum terkait proses permohonan grasi. Klaim ini harus didengar," kata Bishop. "Saya sekali lagi meminta dengan hormat kepada presiden Indonesia untuk mempertimbangkan kembali penolakannya untuk memberikan grasi."

    Sementara itu pengacara kedua terpidana mati tersebut mengatakan, “Australia telah mengajukan banding kepada mahkamah konstitusi namun jaksa agung tidak mengakuinya, dan mengatakan banding mereka telah habis.”

    Waktu eksekusi telah dijadwalkan. Menurut berbagai sumber, eksekusi akan dilakukan pada Selasa malam, 28 April.

    Chan, 31 tahun, dan Sukumaran, 34 tahun, yang dijatuhi hukuman mati setelah dinyatakan bersalah menyelundupkan heroin pada tahun 2005, adalah merupakan dua di antara sepuluh orang yang akan dieksekusi mati. Namun, dilaporkan bahwa terpidana mati asal Prancis, Serge Atlaoui, telah diberikan penangguhan hukuman.

    Sementara itu terpidana mati asal Filipina, Mary Jane Veloso, seorang ibu tunggal 31 tahun, juga menerima pemberitahuan eksekusi pada Sabtu. Tetapi Mary Jane menolak untuk menandatanganinya.

    THE GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.