Presiden Afrika Selatan Batal Hadiri Peringatan 60 Tahun KAA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. AP/Themba Hadebe

    Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. AP/Themba Hadebe

    TEMPO.CO, Johannesburg – Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma membatalkan rencana kunjungan ke Jakarta akibat meningkatnya aksi kekerasan xenofobia di negaranya. Zuma diagendakan tiba di Indonesia dan menggelar lawatan kenegaraan mulai hari ini, Ahad, 19 April 2015, sebelum turut berpartisipasi dalam Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika 2015 yang dilaksanakan di Jakarta dan Bandung, 22-24 April mendatang.

    Kementerian Luar Negeri RI memastikan ketidakhadiran Presiden Afrika Selatan tersebut.

    “Jadi kunjungan biasa, digantikan deputi presiden,” kata Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Sofia Sudarma kepada wartawan, Sabtu.

    Selama tiga pekan terakhir kekerasan terhadap warga asing di Afrika Selatan menewaskan enam orang dan lebih dari lima imigran mengungsi di kamp-kamp darurat. Kerusuhan dimulai dari kota di Durban, kota pelabuhan di wilayah timur Afrika Selatan. Insiden itu kemudian menyebar ke wilayah lain di Afrika Selatan, mirip dengan insiden xenofobia atau ketakutan terhadap orang asing, yang mencengkeram negeri itu pada 2008, di mana 62 orang tewas.

    “Sebagai pemerintah, kami tidak akan mengusir Anda. Tidak semua warga Afrika Selatan mengatakan demikian, hanya segelintir orang,” kata Zuma yang langsung mengunjungi Durban guna menghindari terulangnya pertumpahan darah seperti pada 2008.

    Sekitar 31 kepala negara atau wakil kepala negara dan pemerintahan dan para delegasi dari 89 negara akan berpartisipasi dalam Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika 2015. Tiga raja dari Brunei Darussalam, Yordania, Swaziland, serta para presiden Cina, Korea Utara, Iran, Madagaskar, Myanmar, Sierra Leone, Timor Leste, Vietnam, dan Zimbabwe. Perdana menteri dari Bangladesh, Kamboja, Mesir, Gabon, Jepang, Nepal, Pakistan, Palestina, Rwanda, Singapura, dan Thailand akan hadir.

    Sedangkan negara-negara seperti Aljazair, Angola, Liberia, Filipina, Seychelles, Uganda, dan Zambia akan diwakili wakil presiden. Azerbaijan, Korea Selatan, Laos, Namibia, dan Turki akan diwakili oleh para wakil perdana menteri.

    CHANNEL NEWS ASIA | NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.