Sejarah Dunia Hari Ini, Amerika Dukung Permukiman Yahudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah tank Merkava mengintai Gaza dari kejauhan, menyandang predikat tercanggih dan terkuat, bukan berarti monster darat ini tidak dapat dihancurkan. Merkava bertekuk lutut saat Israel berperang, melawan Hizbullah pada 2006 lalu. Merkava menjadi babak belur karena tidak sanggup, menghadapi taktik hit and run ala Hizbullah. MENAHEM KAHANA/Getty Images

    Sebuah tank Merkava mengintai Gaza dari kejauhan, menyandang predikat tercanggih dan terkuat, bukan berarti monster darat ini tidak dapat dihancurkan. Merkava bertekuk lutut saat Israel berperang, melawan Hizbullah pada 2006 lalu. Merkava menjadi babak belur karena tidak sanggup, menghadapi taktik hit and run ala Hizbullah. MENAHEM KAHANA/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 15 April 2004, Presiden Amerika Serikat George W. Bush mendukung rencana Perdana Menteri Israel Ariel Sharon untuk mundur dari Jalur Gaza. Sayangnya Bush meminta pembangunan permukiman di Tepi Barat tetap dilanjutkan. Padahal pemerintahan Amerika sebelumnya justru mengkritik setiap pembangunan perumahan Yahudi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

    Bukan itu saja, Bush juga meminta hak pengungsi untuk kembali ke tanah yang direbut Israel dalam Perang 1948 dibatalkan. Perdana Menteri Palestina Ahmad Qorei dan pemimpin dunia langsung mengecam keputusan Bush. Apalagi Amerika sebelum ini sudah melakukan proses damai (roadmap) yang dirancang sendiri oleh Washington bersama Uni Eropa, Rusia, dan PBB.

    Jumlah populasi penduduk Yahudi di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur pada 1948 baru sekitar dua ribuan jiwa. Namun, pada 2014 populasi Yahudi sudah melebihi angka 700 ribu jiwa.

    Sejarah dunia lainnya pada Rabu ini:

    1912
    - Pemimpin Besar Korea Utara, Kim Il-sung, lahir di Pyongyang. Kim memimpin sejak 1948 hingga akhir hayatnya, 8 Juli 1994. Berdasarkan konstitusi, Kim merupakan Presiden Korea Utara hingga kiamat. Hari kelahiran Kim ditetapkan sebagai hari libur nasional. Kim Jong-il, pemimpin saat ini, adalah anak Kim Il-sung.

    - Kapal pesiar Titanic tenggelam di Laut Atlantik Utara setelah menghantam gunung es pada malam sebelumnya. Diperkirakan 1.517 orang tewas dan lebih dari 700 penumpang berhasil menyelamatkan diri.

    1959
    Fidel Castro berkunjung ke Amerika Serikat. Kunjungan yang dilakukan selama sebelas hari itu terjadi setelah dua tahun Castro memimpin Kuba. Dua tahun kemudian giliran kedua negara melakukan perang dingin. Bahkan, ketegangan itu terjadi hingga muncul Operasi Teluk Babi yang diprakarsai Amerika Serikat.

    1989
    Mahasiswa prodemokrasi di Cina mulai menggelar unjuk rasa di Beijing. Kejadian tersebut berakhir tragis, yang belakangan dikenal dengan Tragedi Tiananmen, setelah pemerintah Cina menggunakan tank untuk membereskan pengunjuk rasa. Diperkirakan 241 hingga 2.600 orang tewas.

    EVAN KOESUMAH | PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.