Mario Mendadak Jadi 'Selebritas' di Media Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mario Steven Ambarita. facebook.com

    Mario Steven Ambarita. facebook.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mario Steven Ambarita, 21 tahun, menjadi buah bibir bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Namanya ramai dibicarakan setelah beberapa media asing memberitakan kenekatan Mario terbang dari Pekanbaru, Riau, ke Jakarta dengan menumpang pada ruang roda pesawat.

    Berdasarkan pantauan Tempo, sejumlah media asing pada Rabu, 8 April, dan Kamis, 9 April 2015, memberitakan kisah Mario yang berhasil menyusup di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, sebelum masuk ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 pada Selasa, 7 April 2015.

    Daily Mail.co.uk pada Rabu, 8 April 2015, memberitakan aksi nekat Mario dengan judul "Migran putus asa bertahan dengan menempel pada roda pendaratan jet di ketinggian 34.000 kaki selama satu jam hingga bisa tiba di Jakarta untuk mencari pekerjaan setelah belajar bagaimana cara menyelinap ke pesawat dari Internet".

    Sementara itu, The Telegraph membuat berita tentang Mario dengan judul "Penumpang gelap bertahan satu jam dalam penerbangan, bersembunyi di unit roda pesawat".

    Sidney Morning Herald juga menampilkan berita tentang Mario dengan judul yang lebih ringkas: "Orang Indonesia, Mario Steven Ambarita berkendara di roda pendaratan pesawat Garuda".

    Beberapa media lain yang turut memberitakan peristiwa menghebohkan ini adalah ABC News, Today Online, Reuters, Opposing Views, dan sejumlah media online luar negeri lain.

    Mario telah merancang aksi nekatnya tersebut sejak tahun lalu. Dia mempelajari seluk-beluk Bandara Sultan Syarif Kasim II. Dia belajar tentang cara menumpang di ruang roda pesawat lewat Internet dan pengamatan langsung di bandara itu.

    Menurut laporan pihak keluarga, Mario melakukan aksi nekat itu karena ingin bertemu dengan idolanya, Presiden Jokowi, dan mencari pekerjaan di Jakarta.

    MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.