Amerika Terancam Serangan 11/9 Kedua

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat atau FBI memperingatkan kemungkinan serangan teroris pada 11 September 2005, empat tahun serangan ke gedung kembar WTC dan Pentagon. Informasi intelijen mengungkapkan, teroris akan menggunakan truk tangki dalam aksinya di New York, Los Angeles, dan Chicago. "Tujuan mereka untuk meruntuhkan perekonomian Amerika," kata seorang pejabat keamanan yang tidak mau disebutkan identitasnya, Jumat (12/8). Dia menyebtukan, teroris berasal dari anggota sel-sel Al-Qaidah yang tersebar di segala penjuru Amerika. Namun menurut dia, belum jelas apakah serangan tersebut akan terjadi secara bersamaan atau dalam satu periode waktu tertentu. Informasi itu diperoleh bagian kontraterorisme FBI dari berbagai sumber di luar negeri. Juru bicara FBI Laura Eimiller mengatakan, pejabat FBI di Loas Angeles telah menyebarluaskan peringatan itu melalui sebuah jaringan komputer kepada pejabat pemerintah dan aparat hukum di semua negara bagian, khususnya California. Sejumlah pejabat di Washington melihat informasi intelijen itu sebagai sesuatu yang dapat dipercaya dan perlu perhatian serius. Namun ada pula yang meragukannya. "Informasi itu tidak benar dan kelayakan sumbernya masih perlu dipertanyakan," kata juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri Brian Roehrkasse. Tapi, pihak intelijen masih terus mempelajari informasi itu. Selama ini, para pejabat keamanan dalam negeri telah memperkirakan kelompok teroris akan menggunakan truk tangki berisi bahan bakar. Mereka menilai, New York, Los Angeles, Chicago, Washington, dan Las Vegas, sebagai sasarn utama terkait ukuran, kebesaran, dan nilai simbolisnya. Modus serupa digunakan pada serangan ke sebuah sinagog Tunisia yang menewaskan 21 orang tahun 2002. AFP/NYT/USA Today/Faisal

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.