Ahli Penerbangan: MH370 Kemungkinan Besar Dibajak Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kesedihan Wang Guohui, ibu dari Li Zhi penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, memegang poster saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di kuil Yonghegong Lama, Beijing, 8 Maret 2015. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kesedihan Wang Guohui, ibu dari Li Zhi penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang, memegang poster saat memperingati satu tahun hilangnya pesawat tersebut di kuil Yonghegong Lama, Beijing, 8 Maret 2015. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ahli penerbangan, Jeff Wise, mengatakan pesawat MH370 kemungkinan dibajak. Kecurigaan Wise jatuh pada Rusia. Hal ini didasarkan dari pengetahuan yang maju dari Rusia tentang penerbangan. "Seseorang dengan pengetahuan 'canggih' telah membajak data penerbangan Malaysia Airlines MH370," kata Wise seperti dilansir Express pada 17 Maret 2015.

    Wise berbicara kepada South China Morning Post, mengatakan pembajak butuh pengoperasian dengan tuntutan teknis yang begitu rumit. Hal tersebut dibutuhkan dukungan negara. "Ini merupakan sebuah konspirasi." Namun ia belum menemukan motif mereka.

    Wise menambahkan, tiga orang Rusia berada di atas kapal MH370-dengan satu orang hanya berjarak beberapa meter dari daerah yang mereka butuhkan untuk mengakses dan mengutak-atik data penerbangan. "Ada tiga orang etnis Rusia kapal MH370. Bagi saya mereka layaknya Liam Neeson dalam filmnya tentang pertempuran di pesawat udara."

    Wise mengklaim pembajak Rusia mengambil alih pesawat MH370 lalu diarahkan ke Kazakhstan. "Seperti yang dicurigai sejak awal oleh pihak yang berwenang dalam pencarian pesawat tersebut."

    Dia mengatakan ada satu tempat pelarian yang dikenal sebagai Yubileyniy yang pesawat bisa mendarat di atasnya. Adapun Wise pertama kali mulai mencurigai data penerbangan MH370 itu diubah setelah ia melihat informasi BTO dan BFO pesawat tersebut.

    Hal ini menunjukkan pesawat tersebut diterbangkan secara perlahan-lahan, mungkin dalam jalur melengkung. "Tapi pengaturan autopilot lebih masuk akal dan membuat pesawat terbang lebih cepat ke arah selatan," kata dia.

    Pada tahun 2009, Jeff Wise melalui tulisannya pernah mengungkap teori hilangnya pesawat Prancis Air France 447. MH370 menghilang tanpa jejak bersama 239 orang berada di dalamnya pada penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada 8 Maret 2014. Setahun sudah pesawat tersebut dalam pencarian, tapi belum ada tanda-tanda akan ditemukan.

    EXPRESS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.