Supermarket Yahudi Dibuka Lagi Setelah Diserang Teroris

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara Prancis menjaga sekolah yahudi di Rue des Rosiers, distrik marais, Prancis. Penjagaan terhadap komunitas yahudi meningkat, akibat dari penyerangan kelompok teror di salah satu supermarket halal milik kaum yahudi, 13 Januari 2015. Chesnot/Getty Images

    Seorang tentara Prancis menjaga sekolah yahudi di Rue des Rosiers, distrik marais, Prancis. Penjagaan terhadap komunitas yahudi meningkat, akibat dari penyerangan kelompok teror di salah satu supermarket halal milik kaum yahudi, 13 Januari 2015. Chesnot/Getty Images

    TEMPO.CO, Paris - Supermarket Hyper Cacher milik orang Yahudi di Paris, yang dulu diserang teroris, kini dibuka kembali pada Minggu, 15 Maret 2015. Pembukaan itu dilakukan untuk "menunjukkan bahwa kehidupan itu lebih kuat daripada kebarbaran," kata pejabat supermarket dan pejabat Kementerian Dalam Negeri Prancis.

    "Inilah kami, kami buka lagi," kata manajer baru supermarket itu, Laurent Mimoun, kepada media setempat, sambil mengenakan kipa (topi khas Yahudi) hitam dan masuk ke dalam supermarket, yang sepenuhnya telah diperbaiki dan tak meninggalkan jejak kerusuhan.

    Amedy Coulibaly, pria bersenjata yang diduga berkaitan dengan Negara Islam Irak dan al-Syam (ISIS), menyerang toko swalayan itu pada 9 Januari 2015. Empat orang Yahudi tewas ditembak dalam serangan itu.

    Coulibaly diduga juga berhubungan dengan serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo pada Januari 2015.

    Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve hadir dalam upacara pembukaan supermarket itu, yang dijaga ketat aparat kepolisian.

    "Anda bisa melihat tata letak (supermarket). Anda juga menyaksikan kesulitan petugas melakukan serangan (terhadap teroris)," kata Cazeneuve setelah mengunjungi tempat penyerangan, termasuk ruang pendingin, tempat sejumlah sandera ditahan. Di ruangan itulah seorang bayi disembunyikan dari keberingasan Coulibaly.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?