Mengapa Sandera ISIS Tampak Tenang Sebelum Dieksekusi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok teror ISIS kembali merilis video eksekusi, namun kali ini algojo yang mengeksekusi adalah seorang anak kecil, berusia kira-kira 10 tahun. Dalam video tersebut seseorang yang dituduh mata-mata Israel, dieksekusi dengan cara ditembak, 10 Maret 2015. Dailymail.co.uk

    Kelompok teror ISIS kembali merilis video eksekusi, namun kali ini algojo yang mengeksekusi adalah seorang anak kecil, berusia kira-kira 10 tahun. Dalam video tersebut seseorang yang dituduh mata-mata Israel, dieksekusi dengan cara ditembak, 10 Maret 2015. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Damaskus - Seorang pembelot Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengungkapkan penyebab para sandera Barat yang dibunuh milisi itu tidak menunjukkan rasa takut menjelang eksekusi mereka. Kepada Sky News, ia mengklaim sebagai orang yang membuat mereka tenang. 

    Sebelum eksekusi dilakukan, pria yang namanya dirahasiakan ini mengatakan kepada para sandera bahwa adegan pra-eksekusi yang akan mereka lakukan hanya untuk keperluan rekaman, dan bukan sungguhan. "Tidak ada masalah, hanya video, kami tidak akan membunuh Anda, kami hanya ingin pemerintah Anda berhenti menyerang Suriah. Kami tidak memiliki masalah dengan Anda, Anda adalah tamu kami," katanya.

    Sandera Barat yang sudah dibunuh ISIS antara lain David Haines dan Alan Henning asal Inggris serta James Foley, Steven Sotloff, dan Peter Kassig asal Amerika Serikat. "Mereka tidak khawatir. Saya selalu berkata kepada mereka, 'Jangan khawatir, tidak ada masalah, tidak ada yang berbahaya bagi Anda'. Tapi, pada akhirnya, saya yakin mereka akan mati," katanya.

    Belum lama ini, publik kembali dikejutkan oleh langkah ISIS mengeksekusi sandera. Sebuah video yang diunggah ke Internet memuat bagaimana milisi ISIS memaksa seorang remaja yang dituduh sebagai mata-mata mengakui perbuatannya, kemudian dibunuh algojo yang masih berusia 10 tahun.

    Mengutip laporan Reuters, Selasa, 10 Maret 2015, ISIS mengunggah sebuah video yang berisi pengakuan Muhammad Musallam, 19 tahun, seorang Arab-Israel yang dituduh bekerja di dinas intelijen Israel. Dalam video itu, Musallam tampak berada di sebuah ruangan. Di duduk di kursi dengan mengenakan setelan kodok (jumpsuit) berwarna oranye.

    Di situ, Musallam bercerita tentang bagaimana dia direkrut dan dilatih oleh Mossad. Setelah membuat pengakuan, Musallam kemudian digiring ke lapangan dan dipaksa berlutut. Di dekatnya, berdiri bocah lelaki yang dalam hitungan menit menembakkan pistolnya dari jarak dekat ke dahi Mussalam. 

    Pendukung ISIS pekan ini meluncurkan Facebook versi mereka, yang diberi nama Caliphate Book. Laman yang menunjukkan peta dunia berhias lambang ISIS ini dibuat dengan Socialkit, sebuah program yang menghasilkan model jaringan sosial versi mereka sendiri.

    Tidak jelas siapa yang membuat situs ini dan berapa banyak anggota yang sudah terkumpul. 

    SKY NEWS | TELEGRAPH | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.