Bukan Meninggal, Putin Dampingi Kekasih Melahirkan di Italia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vladimir Putin (kanan) bersalaman dengan Alina Kabaeva. Foto: newsofap.com

    Vladimir Putin (kanan) bersalaman dengan Alina Kabaeva. Foto: newsofap.com

    TEMPO.COMoskow - Setelah dikabarkan sakit lalu meninggal, media Italia membuat berita baru tentang penyebab hilangnya Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 5 Maret lalu. Seperti dikutip dari The Daily Beast, 14 Maret 2015, Putin dikabarkan sehat bugar dan gembira di Swiss. 

    Putin, yang disebut playboy, sedang mendampingi kekasihnya, Alina Kabayeva, 32 tahun, yang melahirkan buah cinta mereka. Alina melahirkan bayi perempuan di sebuah klinik di Lugano, kota yang berbatasan dengan Italia. 

    Putin menyewa dua kamar di klinik pribadi Santa Anna di Lugano, Italia. Satu kamar untuk Kabaeva, dan satu untuk pengawalnya. Sedangkan Putin dan beberapa temannya tinggal di satu tempat. 

    Lahirnya bayi Putin menjadi sorotan media Italia. "Es ist ein Madchen! atau "Bayi Perempuan", judul berita utama surat kabar Blick.   

    Kremlin belum memberikan pernyataan resmi tentang informasi keberadaan Putin di Italia untuk menyaksikan kelahiran bayinya. "Informasi kelahiran bayi Vladimir Putin keliru," kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov. 

    Alina, mantan pesenam Rusia, merupakan kekasih lamanya. Hubungan cinta keduanya sudah menjadi rahasia umum di Rusia. Bayi ini merupakan anak ketiga mereka. Anak pertama lahir tahun 2009 dan kedua tahun 2012. 

    Informasi kelahiran anak Putin dan Alina juga terungkap dari ucapan selamat atas lahirnya bayi di akun Twitter Alina. Ada yang mengirimkan rangkaian bunga mawar dan beberapa foto. Ucapan selamat itu ditulis dalam bahasa Rusia. Namun ada yang menduga akun Twitter itu palsu. 

    Dengan istri pertamanya, Lyudmila Aleksandrovna Putina, Putin memiliki dua anak perempuan. Mereka telah bercerai. 

    Putin menghilang setelah menerima kunjungan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi di Moskow. Sejak pertemuan itu, ia membatalkan sejumlah pertemuan tingkat tinggi pekan lalu, termasuk bertemu Presiden Kazakstan Nursultan Nazarbayev. 

    DAILY BEAST | NEW YORK POST | MARIA RITA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.