Sejarah Dunia Hari Ini: Pembunuh Oswald Dihukum Mati

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lee Harvey Oswald. Hulton Archive/Getty Images

    Lee Harvey Oswald. Hulton Archive/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Pada 14 Maret 1964, pengadilan Dallas membuktikan Jack Ruby bersalah karena telah membunuh Lee Harvey Oswald. Oswald adalah tersangka pembunuh Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Oswald ditembak setelah menjalani interogasi. Penembakan itu disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi Amerika yang sedang mengikuti pemeriksaanny. 

    Sejarah hari ini lainnya yang berhasil ditelusuri Tempo antara lain:

    1590
    Dalam perang antar-agama di Prancis, Henry Navarre dan kelompok Huguenot secara meyakinkan mengalahkan pasukan Liga Katolik yang dipimpin Duc de Mayenne pada Pertempuran Ivry. Pasukan Henry lalu bergerak mengepung Paris. Henry Navarre kelak menjadi Raja Henry IV.

    1883
    Karl Marx meninggal pada usia 64 tahun.

    1917
    Cina memutus hubungan diplomatik dengan Jerman.

    1939
    Republik Cekoslovakia dibubarkan. Tak lama kemudian, Jerman mencaplok negara itu.

    1947
    Amerika menyewa pangkalan laut di Filipina selama 99 tahun.

    1978
    Sebanyak 22 ribu tentara Israel merangsek ke selatan Libanon untuk menyerang basis-basis PLO.

    2005
    Kongres Rakyat Nasional atau parlemen Cina mengesahkan Undang-Undang Anti-pemisahan Diri. Peraturan yang disahkan sederhana saja. Ini hanya berisi keputusan apa yang dilakukan jika Taiwan menyatakan independen. Yang dilakukan adalah menyerang Taipei dan wilayah lain di Taiwan. Presiden Hu Jintao, yang baru ditahbiskan sebagai pemimpin tinggi angkatan bersenjata, langsung bersiap memenangi perang. 

    2006
    Pengadilan Beograd membatalkan surat perintah penahanan terhadap Mira Markovic, istri bekas Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic. Putusan ini memuluskan kepulangannya ke Serbia untuk menghadiri pemakaman Milosevic.

    2010
    Pemerintah Malaysia memerintahkan Pemimpin Redaksi The Herald untuk menutup harian edisi bahasa Melayu mereka. Pemerintah beralasan pengadilan belum memutuskan apakah harian Katolik itu boleh memakai kata "Allah" dalam setiap terbitannya.

    "Konstitusi Malaysia menegaskan bahasa Melayu adalah bahasa nasional," kata Romo Lawrence Andrew kepada kantor berita AFP. "Lalu mengapa kami dilarang memakai bahasa nasional kami?" Romo Andrew menganggap perintah itu tidak bisa diterima. 

    EVAN | PDAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.