ISIS Mau Ledakkan Gedung Putih, Menara Eiffel, dan Big Ben

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah keluarga Sunni yang mengungsi dari desa Albu Ajil dan Al-Dor  karean pertempuran Negara Islam (ISIS) dan tentara Irak di Tikrit, 8 Maret 2015. AHMAD AL-RUBAYE/AFP/Getty Images

    Sejumlah keluarga Sunni yang mengungsi dari desa Albu Ajil dan Al-Dor karean pertempuran Negara Islam (ISIS) dan tentara Irak di Tikrit, 8 Maret 2015. AHMAD AL-RUBAYE/AFP/Getty Images

    TEMPO.COSuriah - Sebuah rekaman suara di-posting seseorang yang mengaku sebagai juru bicara resmi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Muhammad al-Adnani, pada Kamis, 12 Maret 2015. Rekaman suara tersebut berisi ancaman melakukan pengeboman terhadap tiga gedung penting dari tiga negara yang selama ini gencar memerangi ISIS.

    "Negara Islam Irak dan Al-Sham ingin 'meledakkan' Gedung Putih, Big Ben, dan Menara Eiffel kalian," kata juru bicara dalam pesan audio. Dalam pesan itu juga diklaim bahwa kelompok ekstremis tersebut telah memperluas jangkauan ke Afrika Barat.

    Seperti dilansir Nationalpost pada 12 Maret 2015, dalam pidato pertamanya sejak dua bulan terakhir, Abu Muhammad al-Adnani juga mengatakan telah menerima janji setia dari kelompok teroris Nigeria, Boko Haram, untuk bergabung. Selain itu, al-Adani membuat daftar kota-kota yang diinginkan, dari Paris, Roma ke Yerusalem, hingga Kabul.

    Audio berbahasa Arab yang berdurasi sekitar 28 menit tersebut diterjemahkan oleh SITE Intelligence Group. Tampaknya rekaman suara tersebut adalah upaya menggalang pejuang ISIS dan mengintimidasi dunia internasional di tengah keterpurukan ISIS di Irak.

    Al-Adnani juga memanfaatkan keputusan Boko Haram—yang baru-baru ini terkenal brutal karena pengeboman dan penculikan gadis—untuk bergabung dengan ISIS. Dia menyebutnya "pintu baru dibuka oleh Allah" dan diarahkan jihad ke Afrika Barat.

    "Semua muslim, kalian semua harus datang ke negara Anda, kami mengimbau Anda untuk memobilisasi jihad. Kami mendorong Anda dan memanggil Anda untuk berimigrasi untuk jihad dan berimigrasi ke saudara Anda di Afrika Barat," kata pemimpin teroris tersebut.

    Sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Gedung putih dan sekutunya terkait dengan ancaman tersebut. Namun beberapa pihak mengatakan rekaman itu hanya sebagai propaganda ISIS dan bentuk frustrasi karena kekalahan mereka di Irak oleh Angkatan Bersenjata Irak, yang dibantu milisi Syiah dan disokong Amerika Serikat.

    NATIONALPOST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.