Demi Apple Watch, Seorang Pemuda Jual Narkoba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung mencoba menggunakan Apple Watch saat mengikuti acara Apple di San Francisco, California, 9 Maret 2015. Apple akhirnya merilis peranti jam tangan pintarnya (smartwatch) dengan tiga model. REUTERS/Robert Galbraith

    Seorang pengunjung mencoba menggunakan Apple Watch saat mengikuti acara Apple di San Francisco, California, 9 Maret 2015. Apple akhirnya merilis peranti jam tangan pintarnya (smartwatch) dengan tiga model. REUTERS/Robert Galbraith

    TEMPO.COGuangzhou - Pemuda berusia 21 tahun yang diidentifikasi dengan nama belakang Zeng ditangkap di sebuah stasiun kereta api di bagian selatan Kota Guangzhou, China, atas tuduhan mengedarkan narkoba. 

    Zeng, yang tak lulus sekolah menengah, mengaku sebagai pencinta gadget elektronik. Dia berencana membeli Apple Watch, yang mulai dijual di Cina pada 24 April mendatang, dari hasil penjualan narkoba. 

    Pada Februari lalu, Zeng diduga memperoleh 3.000 yuan (sekitar Rp 6,2 juta) sebagai "komisi" mengatur penjualan 10 narkoba dan 130 pil Magu--stimulan yang mengandung metamfetamin dan kafein. 

    "Dia mempertemukan bandar narkoba dengan seorang temannya," kata polisi di stasiun kereta Guangzhou seperti diberitakan Marketwatch pada Rabu, 11 Maret 2015.

    Ketika terjadi transaksi, pembeli dan bandar tertangkap. Zeng sempat melarikan diri dan bersembunyi di stasiun kereta. Dia baru bisa ditangkap pada Selasa, 10 Maret 2015.

    Menurut informasi yang beredar di media, Apple Watch versi termurah yang akan dijual di Cina adalah tipe Sport, yang dijual dengan harga 2.588 yuan (US$ 414  atau sekitar Rp 5,3 juta) atau 19 persen lebih mahal daripada harga aslinya, US$ 349 atau sekitar Rp 4,5 juta. 

    Adapun jenis yang paling mahal adalah Gold, yang dipasarkan dengan harga 126.800 yuan (US$ 20.288 atau sekitar Rp 263 juta), jauh di atas harga jual di Amerika Serikat.

    MARKETWATCH | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.