Astaga, Guru Ini Sebut Murid Perempuan Layak Diperkosa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan umat muslim saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hac Bayram Veli, Ankara, Turki, 2 Januari 2015. Gokhan Balci/Anadolu Agency/Getty Images

    Puluhan umat muslim saat menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Hac Bayram Veli, Ankara, Turki, 2 Januari 2015. Gokhan Balci/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Ankara - Seorang guru perempuan di sekolah menengah di Provinsi Tokat, Turki, mengatakan siswa perempuan yang tidak mengenakan jilbab pantas untuk diperkosa. Sang guru, pengajar Al-Quran di sekolah Halil Rifat Pasa Middle School, membuat para orang tua siswa marah besar.

    "Kamu yang tidak menutup kepalamu, memerkosa kamu atau tindakan iblis yang terjadi padamu adalah diizinkan (dalam Islam)," kata guru perempuan itu.

    Selain mengucapkan hal tersebut, guru ini juga meminta siswanya mendoakan Özgecan Aslan, pelaku pembunuhan brutal di wilayah selatan Turki pada 13 Februari 2015. Aksi Aslan telah mendorong terjadinya aksi demo besar. Sang guru berpendapat tidak layak menggelar aksi demonstrasi dan memperingati kematian korban pemerkosaan.

    Seperti dikutip dari Hurriyetdailynews.com, 12 Maret 2015, guru ini marah karena para muridnya, laki-laki maupun perempuan, membuat kegaduhan di dalam saat ia mengajar mata pelajaran Al-Quran. Para siswa tidak memperhatikan dirinya saat mengajar.

    Orang tua siswa marah besar. Mereka menuntut guru itu dipecat. "Dia menghina anak-anak perempuan usia 13 tahun yang tidak mengenakan jilbah saat kelas Quran, yang merupakan pelajaran pilihan. Guru ini tidak boleh mengajar anak perempuan saya," ucap seorang ayah kepada kantor berita Doan.

    Mahmut Demirba, kepala sekolah, menjelaskan kepada para orang tua siswa bahwa sang guru sudah minta maaf atas pernyataannya itu. Namun, para orang tua murid berkukuh menuntut guru itu dipecat atau mereka akan melakukan langkah hukum.

    HURRIYET DAILY NEWS | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.